Setelah 10 bulan dari penyelenggaraan pemilu parlemen, berbagai faksi politik di negara ini sampai kini tidak berhasil mencapai kesepakatan untuk menunjuk perdana menteri dan membentuk pemerintah baru.
Seperti dilaporkan laman Rusia al-Youm, Mustafa al-Kadhimi Ahad (4/9/2022) meminta ketua fraksi politik di parlemen memulai babak baru dialog nasional hari Senin (5/9/2022).
Di sisi lain, pertengahan Agustus lalu, perdana menteri Irak juga meminta berbagai faksi politik di negara ini untuk memulai dialog politik serius sebagai upaya untuk keluar dari krisis politik.
Pada saat yang sama dengan pembicaraan ini dimulai, Moqtada Sadr, pemimpin gerakan Sadr, mengumumkan bahwa dia tidak akan berpartisipasi dalam pembicaraan ini. Setelah itu, perkembangan di Irak semakin tidak terkendali ketika para pendukung gerakan Sadr memasuki zona hijau Baghdad dan praktis menghentikan pembicaraan politik di negara ini. (MF)
342/