Menurut Kantor Berita ABNA, "Washington mengoordinasikan operasi-operasi militer di Ukraina, dan oleh karena itu, AS melakukan intervensi secara langsung dalam operasi militer Rusia," tulisnya.
Dia menambahkan bahwa AS dan anggota-anggota NATO dari Eropa menyediakan senjata-senjata berat kepada Ukraina untuk membantu Kyiv (Kiev) melawan serangan Rusia.
AS dan sekutunya di NATO sebelumnya telah mengklaim bahwa mereka tidak akan ambil bagian dalam perang secara langsung agar tidak berubah menjadi salah satu pihak yang berkonflik yang bisa memprovokasi perang dunia.
Utusan Rusia untuk PBB Vasily Nebenzia mengatakan pada hari Sabtu bahwa NATO sedang berperang dengan Rusia di Ukraina melalui proxy-proxynya dan NATO adalah ancaman besar bagi keamanan dan perdamaian internasional.
Kritik para pejabat senior Rusia ini telah menunjukkan peran penting dan mendasar keterlibatan AS dan NATO dalam perang Ukraina, dan konsekuensinya. Sebenarnya, jika tidak ada bantuan militer dan senjata secara besar-besaran dari Barat, Amerika dan NATO kepada Ukraina, maka perang tidak akan berlanjut lama hingga memasuki bulan ketiga seperti sekarang.
AS dan NATO melihat perang Ukraina sebagai peluang unik untuk melemahkan Rusia, terutama kemampuan militernya. AS dan negara-negara Eropa anggota NATO telah mengirim senjata dalam jumlah besar ke Ukraina sejak awal invasi Rusia ke negara itu.
Rusia telah berulang kali memperingatkan bahwa langkah seperti itu akan mengancam keamanan di Eropa. Selain itu, berbagai laporan telah diterbitkan tentang bantuan intelijen ekstensif Washington kepada Kyiv
Bantuan informasi tersebut memungkinkan Ukraina untuk menggunakannya untuk menyerang pasukan Rusia dan menghancurkan peralatan militer negara ini.
342/