Menurut Kantor Berita ABNA, ulama marja taklid Syiah Ayatullah al-Uzhma Nashir Makarim Shirazi dalam pertemuannya dengan Sardar Ashtari, Panglima kepolisian Republik Islam Iran di kediamannya di kota Qom Republik Islam Iran mengawali dengan mengucapkan selamat memasuki bulan Ramadan dan mengatakan bahwa institusi kepolisian memegang peranan penting dalam negara.
Ayatullah Makarim Shirazi berkata, “Untuk dapat mengurus semua aspek kepolisian bukanlah tugas yang mudah, tetapi pasti akan efektif dengan usaha dan kerjasama semua lini.”
Lebih lanjut ulama penulis kitab Tafsir al-Amtsal ini menilai isu hijab sebagai salah satu isu yang paling penting di masyarakat, khususnya di Qom. Ia berkata, “Situasi hijab secara umum tidak baik, terutama dalam perjalanan, yang tampaknya terasa lebih bebas. Sebuah solusi harus segera diberikan untuk masalah ini.”
Pada bagian lain pernyataannya, ulama marja taklid ini menunjukkan masalah dan kerusakan yang dapat ditimbulkan oleh dunia maya. Ia berkata, “Seperti yang disebutkan sebelumnya, dunia maya adalah momok penting zaman kita dan banyak kerusakan berasal dari dunia maya, dan pada kenyataannya, dunia maya telah menjadi basis dari dunia nyata.”
Ayatullah Nashir Makarem Shirazi juga menganggap penyelenggaraan universitas dan sekolah-sekolah untuk berlangsung secara tatap muka telah diperlukan. “Dengan berkurangnya secara signifikan angka penularan Covid maka siswa harus berpartisipasi dalam kelas sesegera mungkin. Di hauzah ilmiah kami juga mendesak agar pelajaran diadakan secara langsung. Sebab pada pertemuan tatap muka aktivitas pendidikan bisa berlangsung secara maksimal.”
Pada akhir pertemuan, Ayatullah Nashir Makarim Shirazi menekankan pada pelatihan personel dan staf administrasi kepolisian tentang masalah agama dan mengatakan, “Jika ada orang-orang yang lemah iman di antara anggota kepolisian, itu akan menyebabkan mereka melalaikan tugas dan merusak nama baik dan citra institusi kepolisian.”