6 April 2022 - 16:43
TIga Rohaniwan Islam Syiah Ditikam di Iran oleh Warga Asing

Presiden Republik Islam Iran menginstruksikan kementerian Intelijen, dengan kerja sama semua lembaga yang kompeten, untuk segera mengidentifikasi dan menuntut semua pihak yang terlibat dalam insiden kemarin di Masyhad, dan menginformasikan hasilnya kepada publik.

Menurut Kantor Berita ABNA, sekitar pukul 14.00 waktu setempat pada Selasa (5/4) tiga rohaniwan Islam mendapat serangan bersenjata tajam di pelataran Kompleks Makam Imam Ridha as di kota Masyhad Republik Islam Iran.

Ketiga rohaniwan tersebut adalah Mohammad Aslani, Mohsen Pakdaman dan Mohammad Sadegh Daraei. Ketiganya adalah warga Masyhad dan mendapat tikaman senjata tajam dari pelaku yang dikonfirmasi bukan berkewarganeraan Iran. 

Dengan upaya aparat keamanan dan unit perlindungan Kompleks Makam, maka penyerang segera ditangkap dan diserahkan ke pihak berwajib, Korban yang luka-luka segera dilarikan di rumah sakit, dan sayangnya Hujjatul Islam Aslani menghembuskan nafasnya yang terakhir di tempat kejadian.

Hujjatul Islam Syaikh Mohammad Aslani adalah seorang mubaligh Islam yang pernah menjadi relawan militer dalam Perang Irak-Iran. Ia juga dikenal sebagai aktivis kemanusiaan dengan aktif dalam berbagai kegiatan sosial terutama membantu warga miskin di pinggiran kota Masyhad. Aktivitas sosial dan keagamaannya utamanya terkonsentrasi di daerah Sidi yang terletak di bagian tenggara kota Masyhad.

Pemerintah Kota Astan Quds Razavi, mengeluarkan pernyataan resmi mengutuk serangan tersebut dan menyampaikan belasungkawa kepada korban dan keluarga korban dan mengumumkan bahwa mereka akan menindaklanjuti masalah ini sampai hasilnya tercapai. 

Ketiga rohaniwan ini dikenal sebagai santri yang telah mengabdi selama bertahun-tahun untuk menghilangkan keterpurukan di pinggiran Masyhad, dan saat insiden terjadi ketiganya sedang berada di Kompleks Makam Imam Ridha as untuk mengkoordinasikan kegiatan Ramadhan untuk keluarga-keluarga yang kurang mampu. .

Melalui laporan Jaksa Penuntut Umum Masyhad pasca insiden tersebut 5 orang telah ditangkap yang disebut sebagai pihak yang bertaggungjawab atas insiden penikaman tersebut.

Mohammad Hossein Droudy menyatakan bahwa satu penyerang dan empat lainnya dicurigai bekerja sama dengan penyerang. Ia berkata, ”Penyelidikan atas insiden hari ini di Kompleks Makam Imam Ridha as sedang ditangani oleh Penyelidik Pembunuhan Khusus; Penyerang adalah warga negara asing, informasi tambahan akan diberikan setelah subjek diidentifikasi.”

Menyikapi insiden penikaman di Kompleks Makam Imam Ridha as tersebut, Presiden Republik Islam Iran, Sayid Ebrahim Raisi mengutuk dan menyatakan bahwa insiden ini pasti dilakukan oleh salah satu elemen menyimpang dan di bawah pengaruh antek Amerika.

Presiden Republik Islam Iran, Sayid Ebrahim Raisi dalam sebuah pesan menanggapi insiden penusukan di kompleks makam Imam Ridha hari Rabu (6/4) dengan mengatakan, "Kejadian kemarin di kompleks suci Imam Ali bin Musa al-Ridha yang merupakan pelindung semua manusia bebas di dunia, terlepas dari agama apa pun, melukai hati saya dan semua pecinta Imam penyayang ini,".

"Pastinya, kejadian getir yang dilakukan oleh salah satu elemen sesat dan dipengaruhi oleh antek Amerika ini akan semakin mempererat persatuan dan solidaritas semua orang yang mencintai Islam dan Iran, sekaligus akan membongkar  arus menyimpang," ujar Raisi.

Presiden Republik Islam Iran menginstruksikan kementerian Intelijen, dengan kerja sama semua lembaga yang kompeten, untuk segera mengidentifikasi dan menuntut semua pihak yang terlibat dalam insiden kemarin di Masyhad, dan menginformasikan hasilnya kepada publik.