9 Maret 2022 - 15:05
Aimmah Maksum as adalah Guru Umat Manusia

"Salah satu tugas Imam adalah tarbiyah dan ta'lim. Imam sebagaimana Nabi Muhammad saw yaitu sebagai guru dan pendidik. Nabi Muhammad saw bersabda, "Sesungguhnya aku diutus sebagai seorang guru. Semua orang harus mengejar, mempelajari dan menggunakan ilmu dan pengetahuan ini."

Menurut Kantor Berita ABNA, Sekretaris Jenderal Lembaga Internasional Ahlulbait as Ayatullah Reza Ramezani dalam majelis memperingati hari wiladah Imam Ali Zainal Abidin as di Masjid Ali bin al-Husain as di Distrik Abudzar Teheran ibukota Republik Islam Iran mengatakan, "Aimmah Maksumin as adalah pelanjut tugas-tugas kenabian, seperti melindungi agama, menjelaskan dan menafsirkan ayat-ayat Ilahi, terutama dalam menjalankan peran-peran sosial."

Lebih lanjut Ayatullah Ramezani mengatakan, "Sayangnya, kebanyakan manusia disepanjang sejarah lebih memperhatikan aspek individu agama dan kurang memperhatikan dimensi sosial Islam. Agama dipandang dan dibatasi hanya mengurusi aspek ritual dan spritual terkait hubungan manusia dengan Allah sementara untuk bidang yang lain seperti politik, ekonomi, sosial dan budaya tidak mengapa mengambil dan menerapkan ideologi lain. Sementara sebagai ajaran Ilahiah, Islam adalah agama yang mengatur semua dimensi kehidupan manusia. Dalam keyakinan kita, Islam adalah untuk memperkuat pemikiran, keyakinan, masyarakat, moralitas dan manusia."

Sekretaris Jenderal Lembaga Internasional Ahlulbait as kemudian menyatakan bahwa rahasia kesuksesan manusia adalah bergerak di jalan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT yaitu hukum-hukumnya. Ia menjelaskan, "Allah mengetahui keinginan dan kebutuhan manusia secara detail. Karena Dia adalah Pencipta manusia sehingga Maha Tahu dengan apa-apa yang telah menjadi kebutuhan manusia."

Ayatullah Ramezani berkata, "Salah satu tugas Imam adalah  tarbiyah dan ta'lim. Imam sebagaimana Nabi Muhammad saw yaitu sebagai guru dan pendidik. Nabi Muhammad saw bersabda, "Sesungguhnya aku diutus sebagai seorang guru. Semua orang harus mengejar, mempelajari dan menggunakan ilmu dan pengetahuan ini."

Ulama Hauzah Ilmiah Iran ini lebih lanjut menekankan bahwa doa yang diterima mengarah pada kenaikan maqam spritual manusia, sehingga dengan doa dan zikir yang dibaca, manusia akan merasakan kedekatan dengan Allah Swt. "Jika seseorang memiliki perasaan ini, dia akan merasa tenang. Bahwa beberapa orang cemas dan putus asa adalah karena mereka bergerak di jalan selain jalan ilahi untuk mencapai kedamaian, tetapi manusia tidak dapat mencapai kedamaian dengan cara apa pun." Jelasnya. 

Ayatullah Ramezani mengatakan, "Hal pertama yang harus kita minta kepada Allah Swt untuk posisi tertinggi adalah iman; Imam Sajjad as, dalam salah satu doanya yang dirangkum dalam kitab Sahifa Sajjadiah, mengatakan: Bawa iman saya ke tingkat sepenuhnya."

"Imam Sajjad as menekankan bahwa manusia harus fokus dan memiliki perhatian besar saat berada dalam kesendirian. Manusia merasakan kenikmatan ketika berbicara dengan Tuhan Yang Mahakuasa secara pribadi. Siksaan yang paling buruk bagi seorang manusia adalah ketika kenikmatan beribadah, berdoa, berzikir dan berbicara dengan Allah dirampas darinya." Tegasnya. 

Ia menambahkan, selain kehidupan sosial, manusia juga harus memiliki privasi. Kesendirian mutlak atau kesendirian mutlak tidak diterima dalam Islam. Manusia harus bisa menyeimbangkan antara kehidupan pribadi dan kehidupan sosialnya. 

Imam Sajjad as dilahirkan pada tanggal 5 Sya'ban tahun 38 Hijriah di kota Madinah. Imam keempat umat Islam Syiah ini adalah putra Imam Husain as. Setiap 5 Syaban umat Islam Syiah menggelar majelis-majelis sukacita untuk merayakan hari kelahirannya.