6 Maret 2022 - 10:40
Imam Khomeini telah Mengajarkan Prinsip Dasar dalam Politik Islam

Korupsi dan ketidakamanahan dalam menjalankan tugas adalah penyakit yang harus disingkirkan dari masyarakat Islam.

Menurut Kantor Berita ABNA, Sekretaris Jenderal, para deputi dan staf Lembaga Internasional Ahlulbait as dalam rangka menyambut hari peringatan Kemenangan Revolusi Islam Iran menziarahi makam Imam Khomeini dan para syuhada Islam Revolusi pada Rabu (9/2). 

Dalam acara tersebut,  para pimpinan dan staf Lembaga Internasional Ahlulbait as memberikan penghormatan kepada ruh Imam Khomeini dan memperbaharui baiat pada Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran untuk terus berjalan di jalan revolusi Islam. Sekretaris Jenderal Lembaga Internasional Ahlulbait as Ayatullah Reza Ramezani menyampaikan ceramah dalam pertemuan tersebut. Dia menekankan pentingnya untuk tetap setia pada jalan revolusi yang telah digagas dan dimenangkan oleh Imam Khomeini.

Ayatullah Ramezani berkata, "Imam Khomeini memberi kita sikap yang tepat, komprehensif dan mendalam tentang pemahaman agama, berdasarkan pandangan maksimal pemahaman Imam tentang agama, martabat dan pemerintahan, posisi agama muncul sebagai kekuatan pembaharu yang dapat menegakkan keadilan sosial."

Sekretaris Jenderal Lembaga Interansional Ahlulbait as ini lebih lanjut mengatakan, "Mungkin tidak ada yang membayangkan bahwa waktunya akan tiba ketika agama dan Islam akan menjadi kekuatan dunia. Sebelumnya di abad kontemporer ini, kekuatan dunia dibagi menjadi blok Timur dan Barat. Blok Timur kemudian menjadi tong sampah sejarah karena ketidakmampuannya beradaptasi dan hanya berisi angan-angan yang kosong mengenai keadilan sosial."

Perwakilan Majelis Ahli Kepemimpinan ini selanjutnya mengatakan bahwa salah satu urusan pemerintahan dan ciri-ciri pemerintahan Islam adalah menunjukkan kekuatan Islam. "Sistem Republik Islam telah menunjukkan kekuatan ini baik secara ilmiah maupun militer, dan hari ini Iran adalah salah satu negara yang disegani baik secara politik, budaya dan militer."

Ayatullah Ramezani berkata, "Geografi perlawanan telah meningkat berkat revolusi. Apa yang dikatakan Pemimpin Tertinggi dalam pidato pertamanya di tempat suci mendiang Imam adalah bahwa jalan kita adalah jalan Imam. Hari ini, teman dan musuh sama-sama telah mengakui bahwa murid terhormat ini telah menunjukkan cara terbaiknya. Kita juga berharap bahwa kesempatan ini akan dibuat untuk mengembangkan tradisi perlawanan ini dalam masyarakat manusia."

Mengacu pada dekade kelima revolusi, Ayatullah Ramezani mengatakan, "Dalam pernyataan langkah kedua, strategi kita harus melakukan pembangunan komprehensif berdasarkan rasionalitas dan nilai-nilai agama. Kemajuan ilmu pengetahuan, etika dan terwujudnya keadilan, pemberantasan korupsi, dan terakhir cara hidup Islami, yang merupakan perangkat lunak peradaban Islam baru, adalah hal-hal yang harus kita ambil sebagai langkah menuju ke arah itu."

Sekretaris Jenderal Lembaga Internasional Ahlulbait as ini menambahkan, "Revolusi Islam Iran adalah awal dari munculnya pemerintahan yang mengembangkan rasionalitas dan spiritualitas di abad modern ini yang kemudian menjadi contoh di seluruh dunia ini. Imam Khomeini adalah contoh pemimpin ilahi dan politik yang kepemimpinan politiknya memiliki warna dan celupan ilahi dan secara harfiah merupakan salah satu manifestasi dari perbuatan Allah."

Dia melanjutkan, "Para pejabat harus mengelola dan memajukan revolusi secara jihadis dengan slogan dan cita-cita kemerdekaan, kebebasan dan republik berdasarkan Islam. Para pejabat kita harus mampu berjihad di berbagai bidang budaya, politik, sosial dan keilmuan serta menjadi panutan masyarakat dunia."

Ayatullah Ramezani menekankan bahwa Islam  dan Iran, sebagai ummat dunia Islam, telah menjadi model bagi para pencari kebebasan dunia. "Jika model ini ingin berlanjut, pendekatan jihadis harus dihidupkan terus dalam diri kita." Tegasnya. 

Wakil rakyat Gilan di Majelis Ahli Kepemimpinan ini mengatakan, "Imam Khomeini ra selalu menentang pemikiran ekstremis dan sesat, ia mengejar rasionalitas dan moderasi dalam arti kata yang sebenarnya. Jika para pejabat negara berada di jalan yang sama dan kehidupan politik dan sosial mereka didasarkan pada ajaran Imam, kita akan melihat harapan untuk kemajuan dalam sistem dan revolusi di tengah-tengah kehidupan masyarakat."

Sekretaris Jenderal Lembaga Internasional Ahlulbait as ini menekankan, "Harapan harus disuntikkan ke dalam masyarakat dan waspada terhadap mereka yang berusaha menciptakan keputusasaan dan jarak antara pejabat dan rakyat atau ulama dan rakyat. Sebab target musuh-musuh Islam adalah menghendaki agar umat jauh dari ulama dan pemimpin yang berjarak dengan rakyatnya."

Di bagian lain dari penyampaiannya, Ayatullah Ramezani menggambarkan Lembaga Internasional Ahlulbait as sebagai juru mudi urusan komunitas muslim Syiah di dunia. Dia berkata, "Persatuan umat Islam khususnya internal komunitas Syiah sangat diperlukan dan menjadi keharusan. Karena itu keberadaan sebuah lembaga yang dikelola secara profesional untuk mengkoordinir urusan-urusan umat Islam Syiah sedunia diperlukan terlebih lagi dalam kondisi umat Islam Syiah dibanyak negara sering menjadi komunitas yang dipinggirkan dan terampas hak-haknya."

Di bagian akhir pidatonya, Sekretaris Jenderal Lembaga Internasional Ahlulbait as  mengatakan, "Tugas kita semakin berat dari hari ke hari. Kita harus menerapkan kehidupan ilmiah dan praktis  di tengah-tengah masyarakat. Kita harus sangat berhati-hati dan waspada agar tidak merusak pertumbuhan revolusi. Korupsi dan ketidakamanahan dalam menjalankan tugas adalah penyakit yang harus disingkirkan dari masyarakat Islam."