Menurut Kantor Berita ABNA, pada saat yang sama dengan agresi koalisi Arab-Barat-Israel yang semakin intensif dalam menyerang rakyat Yaman yang tertindas, Konferensi Internasional "Analisa Dimensi Agresi di Yaman" terselenggara pada Sabtu (5/2) oleh Lembaga Internasional Ahlulbait as bekerjasama dengan sejumlah lembaga terkait. Konferensi yang dihadiri ulama, cendekiawan dan aktivis dari sejumlah negara tersebut berlangsung secara virtual.
Berbicara pada konferensi tersebut, Hussein al-Dirani, perwakilan dari Lembaga Internasional Ahlulbait as di Australia, mengutuk serangan terhadap Yaman oleh negara-negara Eropa dan kawasan, seperti Arab Saudi dan UEA. Dia mengatakan, "Agresi militer tersebut telah menghancurkan sebuah peradaban. Telah membuat kerusakan pada komunitas masyarakat yang punya hak untuk hidup layak dan memiliki kedaulatan dalam membangun kesejahteraan. Yaman sampai hari ini bersimbah darah, ditambah dengan hancurnya fasiltas-fasilitas umum, yang membuat kehidupan rakyat Yaman makin sulit."
Perwakilan Lembaga Internasional Ahlulbait as di Australia ini dalam penyampaiannya selanjutnya memuji perlawanan sengit rakyat Yaman dengan berkata, "Serangan-serangan kuat dari Yaman sebagai bentuk perlawanan tidak hanya tidak menguntungkan tetapi juga membuat agresor menderita pukulan berat; Meskipun ada banyak kehancuran dan keterbelakangan, negara-negara agresor telah menderita lebih dari itu."
Dia menyamakan Yaman dengan tembok kokoh. "Yaman menghancurkan arogansi global dan Saudi; Perlawanan ini hanya dipahami oleh orang-orang beriman." Tambahnya.
Perwakilan Lembaga Internasional Ahlulbait as di Australia, mengacu pada kata-kata Sayyid Hassan Nasrallah yang ditujukan kepada Yaman dan gerakan perlawanan di Yaman, mengatakan bahwa dia berharap bisa menjadi salah satu Mujahidin di bawah bendera Sayyid Houthi, mengatakan, "Hal ini didasarkan pada iman orang-orang ini. Kepemimpinan yang baik dengan iman dan keteguhan ini juga mempengaruhi orang-orang ini."
Mengacu pada ayat-ayat Al-Qur'an tentang kemenangan orang-orang yang berdiri di jalan Allah, Hussein al-Dirani berkata, "Tujuh tahun permusuhan kelompok pengecut dengan orang-orang Yaman, di samping yang gugur dengan tidak terhitung jumlahnya dan tidak bersalah, telah menyerang rumah sakit, sekolah, dan infrastruktur lainnya. Tindakan itu sendiri menunjukkan sifat barbarisme yang mereka miliki, dan orang-orang Yaman yang teguh menjadi orang yang percaya sepenuhnya."
Mengkritik organisasi internasional dan negara-negara yang acuh tak acuh karena tidak mendukung rakyat Yaman yang tertindas, dia berkata, "Pembunuhan rakyat Yaman, warga sipil yang menjadi sasaran, termasuk di antara kejahatan perang."
Perwakilan Lembaga Internasional Ahlulbait as di Australia ini, dalam menggambarkan musuh-musuh rakyat Yaman, mengatakan, "Mereka tidak mengerti apa-apa selain kata-kata kekerasan, dan konfrontasi ini harus berlanjut dan mereka harus dihentikan. Memukul keras agar mereka mundur dan mengakhiri perang ini. Terus berlangsungnya perang ini menunjukkan perlawanan rakyat Yaman, yang juga kami dukung."
Disebutkan Arab Saudi beserta negara-negara koalisinya telah menginvasi Yaman sejak tahun 2015. Agresi yang didukung Amerika Serikat dan negara-negara Barat tersebut telah menelan korban ratusan ribu jiwa dari rakyat sipil Yaman dan juga kerusakan yang ditimbulkannya membuat jutaan rakyat Yaman mengalami ancaman kematian.