Menurut kantor berita Ahl al-Bayt (AS) - ABNA , Bernard Hourcade seperti dikutip situs Daily Mail, Selasa (21/12/2021) mengatakan, Iran berhasil dalam sesi perundingan kali ini dalam meyakinkan lawan perundingan bahwa pencabutan sanksi adalah prioritas, karena ini akan membuka jalan bagi penyelesaian teknis masalah nuklir.
Ia menambahkan, Iran secara teratur menekankan bahwa dirinya selalu menghormati kesepakatan nuklir yang dicapai tahun 2015 atau JCPOA, dan membiarkan Amerika Serikat untuk memperbaiki kerusakan yang sudah dibuatnya sendiri.
Hourcade menegaskan bahwa Iran mengetahui keseimbangan kekuatan akan menguntungkan dirinya.
Sebelumnya Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina mengatakan, AS sebagai penyebab krisis nuklir saat ini, harus memperbaiki kebijakan kelirunya terkait Iran, dan mencabut seluruh sanksi atas Tehran. (HS)
342/