12 Desember 2021 - 10:55
Kubu Arogansi Dunia Ingin terus Menjajah dan Mengeksploitasi Afrika

"Kubu arogansi dunia tidak menginginkan manusia memperhatikan dimensi Ilahiah. Mereka menghendaki manusia hanya perlu memperhatikan dimensi material, dan hanya perlu memikirkan kehidupan di dunia saja."

Menurut Kantor Berita ABNA, sejumlah ulama Afrika sebelum dhuhur pada Selasa (23/12) diterima oleh Deputi Pendidikan dan Kebudayaan Forum Internasional Ahlulbait as di Kantor Pusat Forum Internasional Ahlulbait as di Tehran, ibukota Republik Islam Iran. 

Dalam pertemuan tersebut, Hujjatul Islam wa Muslimin Ahmad Ahmadi Tabar selaku Deputi Pendidikan dan Kebudayaan Forum Internasional Ahlulbait as membuka pertemuan dengan mengatakan, "Manusia adalah hamba Allah Swt. Dan sebagai hamba Allah Swt setiap manusa berkewajiban menjalankan risalah Allah Swt di muka bumi, termasuk menjalankan amanah sebagai khalifah."

Ia menambahkan, "Imam Khomeini rahimahullah telah meniupkan ruh dan semangat baru di tengah-tengah manusia merdeka dan memesankan bahwa setiap kita adalah hamba Allah Swt sehingga memiliki kewajiban untuk menjalankan risalah-Nya."

Menyinggung konspirasi negara-negara arogan, Hujjatul Islam wa Muslimin Ahmadi Tabar berkata, "Gerbong arogansi dunia telah berupaya keras untuk melenyapkan ketenangan masyarakat dunia. Mereka menghendaki agar manusia tidak memiliki hubungan dengan Tuhan dan membuat manusia melupakan hakekat kemanusiaannya."

Terkait pandangan Islam mengenai manusia, ulama Iran ini berkata, "Allah Swt menciptakan manusia bukan untuk dunia. Sebaliknya dunia beserta isinyalah yang diciptakan untuk kepentingan dan kebutuhan manusia. Manusia mewakili Tuhan di muka bumi untuk mengelola alam. Dunia adalah tempat kita menjalankan amanah Ilahi. Tugas manusia adalah tugas yang didapatnya dari Allah Swt."

"Kubu arogansi dunia tidak menginginkan manusia memperhatikan dimensi Ilahiah. Mereka menghendaki manusia hanya perlu memperhatikan dimensi material, dan hanya perlu memikirkan kehidupan di dunia saja." Tambahnya.

"Karena itu, agar tidak termakan bujuk rayu dan menjadi korban propaganda Barat, kita harus memperhatikan posisi dan kedudukan kita di hadapan Allah Swt. Kita harus paham dan mengenal dengan baik tugas dan kewajiban kita di dunia ini. Sebagai muslim, kewajiban kita adalah merujuk pada Alquran, riwayat Nabi dan Ahlulbait dalam segala hal di kehidupan kita. Sebab di dalamnya terdapat petunjuk dan bimbingan agar manusia mencapai kebahagiaan tidak hanya di dunia namun juga di akhirat." Jelasnya lagi. 

Deputi Pendidikan dan Kebudayaan Forum Internasional Ahlulbait as ini lebih lanjut memesankan pentingnya senantiasa melibatkan kehadiran Aimmah as dalam hati pada setiap akivitas yang dijalankan. Menurutnya Aimmah as telah mengajarkan manusia untuk tidak tunduk pada kezaliman dan penindasan. Ia berkata, "Sejumlah negara di Afrika sampai hari ini tetap masih berada dalam kondisi terjajah baik secara ekonomi maupun politik. Karena itu menjadi sangat mendesak bagi rakyat-rakyat di negara-negara tersebut untuk memahami dan menyadari kondisi negara mereka. Para intelektual bertanggungjawab dalam memberikan pencerahan dan pendidikan kepada rakyat, agar menjadi rakyat yang cerdas dan tersadarkan."

"Dengan persatuan dan kerjasama, kita yakin banyak kesulitan dan persoalan yang dihadapi bisa terselesaikan." Tegasnya. 

Pada bagian akhir penyampaiannya, Hujjatul Islam wa Muslimin Ahmadi Tabar berkata, "Kerja-kerja pengorganisasian agar komunitas Syiah tetap dalam persatuan harus terus ditingkatkan. Upaya pencerdasan dan pendidikan harus digalakkan dengan membangun sekolah-sekolah diniyah. Penting dan sangat mendesak untuk terus meningkatkan pengetahuan dan keilmuan. Sebab hari ini ilmu dan pengetahuan adalah modal penting untuk bisa bersaing. Kemampuan harta dan ekonomi masyarakat muslim Syiah Afrika juga harus harus diperkuat."