Menurut Kantor Berita ABNA, Sekretaris Jenderal Forum Internasional Ahlulbait as Ayatullah Reza Ramezani dalam lawatannya ke Lebanon bersama rombongan mengadakan serangkaian pertemuan dengan tokoh-tokoh penting Lebanon baik dari kalangan ulama maupun dari kalangan pemerintah dan tokoh-tokoh politik. Diantara rangkaian pertemuan tersebut, adalah pertemuan Ayatullah Reza Ramezani dengan Sekretaris Jenderal Lembaga Internasional Ulama Muqawamah Syaikh Maher Hammoud di kota Sidon Lebanon pada Minggu (17/10).
Ayatullah Reza Ramezani dalam pertemuan tersebut menyatakan apresiasi dan ucapan terimakasih atas dukungan dari Lembaga Internasional Ulama Muqawamah. Ia berkata, "Kami selalu mengikuti aktivitas luar biasa Anda di jalur perlawanan dan kami berterima kasih atas semua itu."
Lebih lanjut Ayatullah Ramezani menekankan bahwa Islam mengambil sikap tegas terhadap agresi dan memiliki posisi mencari keadilan. Ia berkara, "Barat telah mencoba untuk mengubah semangat perlawanan Islam dan memaksakan konsep-konsepnya ke tubuh umat Islam. Target mereka, umat Islam menjadi tidak kenal apa itu revolusi Islam."
Sekretaris Jenderal Forum Internasional Ahlulbait as ini menambahkan, "Alhamdulillah, sebuah revolusi atas dasar Islam terjadi di Iran dan teori politik baru disajikan. Imam Khomeini ra menyajikan dua poin kepada dunia. Pertama, Islam memiliki program pemerintah; Karena banyak aturan Islam tidak mungkin dan tidak akan dilaksanakan tanpa kedaulatan. Kedua, di era modernitas, pemerintahan berdasarkan agama Islam dapat dibentuk."
“Kami telah memasuki kancah internasional dan membuktikan kepada Barat bahwa pemerintahan yang berdasarkan Islam dapat dibentuk,” Tegasnya.
"Revolusi Islam Iran dan Perlawanan telah menjadi jauh lebih berkembang dari 40 tahun yang lalu. Geografi perlawanan telah menyebar di sebagian besar negara dan isu-isu terpenting Islam dan konsep-konsep Islam telah didefinisikan ulang secara intelektual dan hari ini kita menghadapi perkembangan Islam secara kuantitatif dan kualitatif." Tambahnya lagi.
Ayatullah Ramezani, lebih lanjut menekankan perlunya persatuan di antara negara-negara Muslim. Ia berlata, "Hari ini, para pemimpin Islam harus berusaha lebih keras dari sebelumnya untuk mengembangkan persatuan Islam, dan isu persatuan menjadi salah satu perhatian terbesar umat Islam. Jika negara-negara Islam bersatu dalam urusan politik dan ekonomi, mereka akan menjadi kekuatan besar di dunia, dan musuh tidak bisa menghalangi persatuan umat Islam ini."
Mengacu pada konspirasi musuh-musuh Islam, Ayatullah Ramezani berkata, "Segitiga jahat Riyadh, Tel Aviv dan Washington telah memberikan pukulan berat dan hasutan terhadap Islam."
Pada bagian akhir penyampaiannya, Ayatullah Ramezani mengundang Syaikh Maher Hammoud untuk mengunjungi Iran dan berkata, Forum Internasional Ahlulbait as percaya pada pemulihan hubungan antar agama. Saya percaya pada persatuan, seperti halnya Imam Khamenei percaya pada persatuan Islam, dan masalah persatuan adalah kebutuhan dunia Islam saat ini dan dimasa depan."
Sementara itu Syaikh Maher Hammoud dalam pertemuan tersebut menyatakan, "Republik Islam Iran tidak melupakan masalah Palestina sejak awal revolusi; Dia teguh dengan cara ini dan tidak melemah. Baik blokade ekonomi, maupun konspirasi, atau apa pun, tidak dapat menghentikan Iran untuk mendukung Palestina."
Dia juga menyatakan, "Perlawanan di negara lain merupakan kelanjutan dari jalan perlawanan di Iran, dan para syahid besar seperti Emad Mughniyeh, Ragheb Harb, Qassem Soleimani, dan lain-lain telah menjadi syahid di jalan perlawanan."