Menurut kantor berita Ahl al-Bayt (AS) - ABNA , “Jika Taliban tidak menepati janji-janjinya dan tidak meninggalkan tirani, masyarakat Hazara akan melakukan perlawanan bersenjata terhadap kelompok itu,” tegas Mohammad Karim Khalili pada Rabu (23/9/2021).
“Kabinet sementara Taliban tidak akan pernah menjadi inklusif. Berlanjutnya proses ini tidak dapat diterima oleh kekuatan dan kelompok etnis lain,” tambahnya seperti dilaporkan televisi al-Mayadeen.
Taliban pada hari Selasa merampungkan susunan kabinetnya dengan memperkenalkan beberapa kepala kementerian dan wakilnya yang belum terisi.
Meski diprotes oleh masyarakat Afghanistan dan dunia internasional, Taliban tetap tidak memberikan tempat kepada perempuan di kabinetnya. (RM)
342/