Menurut kantor berita Ahl al-Bayt (AS) - ABNA ,Dikutip majalah mingguan Newsweek dari Departemen Luar Negeri AS, Selasa (7/9/2021), ketujuh warga sipil AS bersenjata itu ditangkap, dan kemudian dibebaskan dengan jaminan oleh polisi UEA di Bandara Internasional Dubai, setelah turun dari pesawat pribadi dengan membawa senjata api.
Warga AS bersenjata itu mengaku akan membantu upaya evakuasi di Afghanistan, namun tidak mengantongi izin resmi.
Wakil Ketua Komisi Keamanan DPR AS, Ritchie Torres mengatakan, ketujuh warga AS tersebut harus diselidiki untuk mengungkap motif mereka yang sebenarnya.
"Upaya warga AS bersenjata memasuki Afghanistan dengan motif yang tidak diketahui adalah alasan untuk waspada. Departemen Kehakiman harus menyelidiki siapa mereka, apa motifnya, dan apakah mereka punya hubungan dengan ekstremisme di dalam negeri atau tidak," ujarnya.
Menurut Newsweek, salah satu pejabat dinas intelijen dan kontraterorisme AS mengatakan, upaya ketujuh warga AS bersenjata untuk memasuki Afghanistan dapat mempersulit koordinasi yang sudah dilakukan Washington dengan Taliban. (HS)
342/