Menurut Kantor Berita ABNA, Setelah pengunduran Hariri, Presiden Michel Aoun Senin (26/7/2021) menunjuk Majid Mikati setelah mendapat 72 suara dari 120 suara parlemen, sebagai perdana menteri baru untuk membentuk kabinet.
Hari Selasa (27/7/2021) berbagai fraksi parlemen meminta Mikati secepatnya membentuk kabinet sehingga warga dapat keluar dari keputusasaan terkait urusan negara dan semakin optimis dengan masa depan negara. Mikati di statemen pertamanya menyatakan memiliki jaminan dari pihak asing untuk membentuk pemerintahan. Secara tersirat ia mengisyaratkan sikap positif Prancis dan Uni Eropa yang mendesak pembentukan pemerintahan secepatnya. Sepertinya Amerika Serikat dan Arab Saudi demi menjamin kepentingannya di Lebanon dan kawasan, menghendaki negara ini secepatnya keluar dari kondisi saat ini.
Namun anasir yang berafiliasi dengan mereka seperti Partai Kekuatan Lebanon pimpinan Samir Geagea masih menyuarakan penentangannya dan tujuannya adalah membuat negara rusuh dengan harapan dapat menggelar pemilu dini yang dijadwalkan akan digelar tahun depan. Oleh karena itu, atmosfir Lebanon saat ini untuk relatif tepat dan positif untuk membentuk kabinet.
342/