Menurut Kantor Berita ABNA, Hal itu disampaikan Borrell dalam pidatonya pada konferensi yang membahas dampak pandemi Covid-19 pada hubungan geopolitik dan ekonomi global di kota Dubrovnik, Kroasia.
“Satu setengah tahun setelah pandemi, Eropa telah mencapai ‘ujung terowongan,’ tetapi situasi di Amerika Selatan, Afrika dan India tetap kritis,” kata Borrell pada Sabtu, 10 Juli 2021 seperti dilansir kantor berita internasional Spanyol (EFE).
Menurutnya, salah satu konsekuensi dari pandemi adalah melahirkan dunia yang semakin tidak aman, tidak setara, dan kurang bebas. “Ketimpangan akan terlihat, tidak hanya antarnegara tetapi juga di dalam masing-masing negara,” tambahnya.
Diplomat Eropa ini mengatakan, PBB telah memperingatkan tentang kelangkaan obat-obatan di beberapa belahan dunia, yang berarti membuat situasi pemulihan berbeda dan menciptakan ketidakstabilan lebih lanjut di dunia.
“Ada banyak perpecahan di tingkat internasional, kurangnya kerja sama, tetapi dunia ilmiah bekerja keras dan memproduksi vaksin dalam waktu yang sangat singkat,” kata Borrell.
Ia mendukung pengiriman vaksin Covid-19 ke negara-negara miskin untuk mendorong pembangunan ekonomi.
Borrell mengatakan Uni Eropa adalah satu-satunya wilayah di dunia yang telah memvaksinasi populasinya dan sekaligus mengekspor vaksin ke negara lain dan menyumbang untuk program COVAX.
Skema pembelian vaksin bersama Uni Eropa, yang dijalankan oleh Komisi Eropa, telah menghasilkan 330 juta dosis vaksin BioNTech-Pfizer, 100 juta dosis AstraZeneca, 50 juta dosis Moderna, dan 20 juta dosis vaksin Johnson & Johnson. (RM)
342/