Menurut Kantor Berita ABNA, Tedros Adhanum hari Jumat (25/6/2021) mengatakan negara-negara kaya kembali ke periode pra-epidemi, tetapi negara-negara miskin dibiarkan tanpa vaksin.
Tanpa menyebut negara tertentu, Dirjen WHO menyalahkan beberapa pihak atas distribusi vaksin yang tidak adil.
Dirjen Organisasi Kesehatan Dunia membandingkan krisis global saat ini akibat penyebaran virus Covid-19 dengan krisis HIV/AIDS.
Menurut statistik resmi, jumlah penerima vaksin corona mendekati 782 juta, yang menunjukkan ketidaksetaraan global yang terus berlanjut dalam akses terhadap vaksin ini.
Hingga 17 Juni, Program Vaksinasi Covax telah memberikan 90 juta dosis vaksin Corona ke 132 negara, yang jauh di bawah perkiraan sebelumnya.(PH)
342/