Menurut Kantor Berita ABNA, Televisi Al-Masirah melaporkan, Mohammad Ali Al-Houthi, Anggota Dewan Tinggi Politik Yaman hari Jumat (11/6/2021) mengatakan bahwa Amerika Serikat sedang berusaha untuk melanjutkan perang di negaranya, dan menjatuhkan sanksi dengan dalih membangun perdamaian adalah halangan yang tidak ada gunanya, bahkan kontraproduktif.
"Menargetkan sektor swasta setelah menyerang bank sentral dan pabrik dan membuat rakyat Yaman kelaparan melalui sanksi adalah kejahatan perang yang dilakukan AS," ujar Mohammed Ali Al-Houthi.
Al-Houthi menambahkan bahwa tujuan langkah AS ini untuk menghancurkan perekonomian Yaman.
Departemen Keuangan AS pada Kamis malam menempatkan beberapa individu dan lembaga Yaman dalam daftar sanksi dengan dalih memainkan peran dalam membiayai Pemerintah Keselamatan Nasional Yaman.
Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken dalam sebuah pernyataan menegaskan bahwa Washington akan terus menekan Pemerintah Keselamatan Nasional Yaman.
Tanpa menyebut koalisi yang dipimpin Arab Saudi sebagai pemicu perang di Yaman, Blinken meminta Pemerintah Keselamatan Nasional Yaman untuk menyetujui gencatan senjata dan masuk ke dalam negosiasi politik.(PH)
342/