Menurut Kantor Berita ABNA, Buthaina Shaaban, Rabu (2/6/2021) dalam wawancara dengan stasiun televisi Al Mayadeen menuturkan, pemilu presiden Suriah terbaru menunjukkan tekad rakyat negara ini, dan kekalahan kebijakan Amerika Serikat.
Ia menambahkan, Bashar Al Assad sudah mendefinisikan ulang revolusi, dan rakyat Suriah memimpin revolusi melawan terorisme, korupsi dan pengkhianatan.
Terkait pemutusan hubungan yang dilakukan sejumlah negara Arab atas Suriah, Shaaban menjelaskan, negara-negara Arab yang memboikot Suriah, oleh karena itu sekarang mereka yang harus memulihkan hubungan.
Menurut Shaaban, Palestina dan Suriah memiliki solidaritas timbal balik, dan perlawanan Suriah memberikan pengaruh bagi Palestina.
Ia menegaskan, segala sesuatu yang direbut secara paksa, hanya bisa diambil kembali secara paksa. (HS)
342/