Menurut Kantor Berita ABNA, Jumat (28/5/2021) melaporkan, Hizbullah mengatakan pemilu Suriah adalah sebuah referendum rakyat dan politik yang diikuti jutaan warga, dan unjuk rasa yang digelar di seluruh penjuru Suriah sebelum dan sesudah pemilu, juga merupakan perayaan nasional besar di wilayah-wilayah yang berhasil dibebaskan dari tangan penjajah.
Ditambahkannya, melalui pemilu ini, rakyat Suriah kembali membuktikan komitmen penuhnya pada persatuan nasional dan penentangannya atas perpecahan, sektarianisme, dan pembagian wilayah.
Hizbullah menegaskan, rakyat Suriah dengan pemilu ini juga membuktikan komitmennya dalam memilih opsi politik yang sepanjang sejarah selalu dipegang teguh yaitu mendukung cita-cita Palestina, dan melawan penjajah, agresi, Takfiri, pengkhianatan, dan terorisme. (HS)
342/