Menurut Kantor Berita ABNA, Sullivan dalam wawancara dengan CNN, Rabu (21/4/2021), mengaku optimis atas pembicaraan yang berlangsung di Wina antara Iran dan kelompok 4+1 serta pembicaraan tidak langsung dengan delegasi Amerika.
“Kami telah membuat kemajuan, tetapi masih ada perbedaan yang perlu diselesaikan, namun pada akhirnya AS berkomitmen untuk kembali ke kesepakatan nuklir Iran atas dasar kepatuhan bersama,” ujarnya.
Sullivan mengklaim bahwa Iran sudah jauh meninggalkan komitmen kesepakatan nuklir.
“Masalah umum dan mendasar adalah sanksi apa yang akan dicabut dan sebagai imbalannya, Iran akan menerima pembatasan apa saja di bidang nuklir,” tambahnya.
Pemerintah AS secara sepihak keluar dari kesepakatan nuklir dengan Iran pada 8 Mei 2018 meskipun Badan Energi Atom Internasional (IAEA) berulang kali mengakui kepatuhan Tehran atas semua kewajibannya. (RM)
342/