Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah al-Uzhma Sayid Muhammad Taqi Mudarresi salah seorang ulama marja taklid Syiah yang bermukim di Karbala Irak, terkait dengan menjelang masuknya bulan Ramadhan mengatakan, "Bulan Ramadhan adalah kesempatan yang baik untuk meningkatkan kualitas ruh diantaranya dengan cara memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan sepanjang bulan Ramadhan. Mengingat sampai saat ini kita memasuki Ramadhan masih dalam kondisi pandemi, yang itu membuat banyak dari kelompok ekonomi lemah berada dalam kesulitan."
Ia menambahkan, "Bulan Ramadhan adalah bulan perjamuan Allah swt dengan mengundang kita sebagai tamu-tamunya, Setiap kita memahami nilai Ramadhan maka kita akan semakin menyadari keutamaannya. Dan dengan menyadari besarnya keutamaan Ramadhan, maka kita akan semakin mengagungkan bulan ini."
Ulama marja taklid Syiah ini lebih lanjut mengatakan, "Membantu mereka yang membutuhkan dengan turut merasakan derita dan kesulitan mereka, adalah sebuah amalan besar, yang dapat membantu seseorang dalam meningkatkan kualitas keimanan dan ruhiyahnya, sehingga itu akan mengundang kasih sayang dan rahmat Allah swt padaya."
"Bulan Ramadhan adalah juga bulan semi Alquran. Penting bagi setiap muslim untuk mengatur waktunya agar memiliki jadwal yang teratur dalam membaca Alquran dan mentadabburinya. Demikian pula, bulan Ramadhan adalah bulan pengampunan sehingga menjadi momen yang sangat baik untuk bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah swt. Dengan demikian, mereka yang tidak memanfaatkan dengan baik kedatangan Ramadhan, maka tentu termasuk golongan mereka yang rugi." Tambahnya.
Pada bagian lain penyampaiannya, Ayatullah Sayid Mudarresi memberi pesan kepada para jurnalis dan aktivis media. Ia memesankan agar tulisan atau konten-konten yang dibuat dan dipublikasikan di media sosial harus memberi manfaat pada masyarakat umum, khususnya di bulan Ramadhan. "Hindarilah menulis atau membuat konten yang memuat perkataan-perkataan negatif yang dapat memicu perpecahan dan permusuhan. Fokuslah untuk hanya menulis yang positif yang itu memberi kontribusi pencerahan dan penyadaran kepada masyarakat untuk saling mencintai dan menghormati satu sama lain."
Di akhir pembicaraannya, penulis kitab tafsir al-Hidayah ini berpesan kepada masyarakat umum, "Selama bulan Ramadhan, dengan semua kesulitan yang ditimbulkan oleh pandemi ini, tetaplah menyibukkan diri dengan ibadah dan berusaha mendapatkan cinta dan ridho Allah swt. Semoga pandemi bisa segera berlalu dan kehidupan sosial bisa normal kembali."