Menurut Kantor Berita ABNA, Radio militer rezim Zionis pada Selasa lalu melaporkan, para pejabat UEA tidak akan menyambut Netanyahu untuk saat ini sehingga tidak mempengaruhi proses pemilu parlemen Israel, yang akan berlangsung 23 Maret mendatang.
Channel 12 Israel mengatakan Netanyahu akan menghabiskan waktu dua jam di UEA dan tidak akan keluar dari Bandara Abu Dhabi.
Rencana kunjungan Netanyahu ke UEA dan Bahrain sudah beberapa kali dibatalkan dengan alasan pandemi virus Corona, tetapi beberapa sumber kemudian mengabarkan bahwa agenda itu dibatalkan karena masalah politik.
Beberapa sumber di Tel Aviv beberapa hari lalu mengatakan, Netanyahu bersikeras mengunjungi UEA sebelum pemilu Knesset untuk meningkatkan peluangnya memenangi pemilu.
Netanyahu telah meminta warga Zionis untuk memilihnya kembali pada 23 Maret sehingga dia dapat mencapai lebih banyak kesepakatan kompromi dengan Arab. (RM)
342/