Menurut Kantor Berita ABNA, laporan berbagai dinas intelijen AS terkait peran Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammad bin Salman di pembunuhan Jamal Khashoggi, wartawan dan kritikus Arab Saudi telah dirilis dan menguak tabir pendekatan ganda Amerika terhadap pemerintah Al Saud dan krisis Yaman.
John Kirby, juru bicara Departemen Pertahanan AS (Pentagon) Jumat (26/2/2021) saat jumpa pers menyatakan bahwa Arab Saudi tetap menjadi mitra strategis AS di kawasan.
Kantor Direktur Intelijen AS hari Jumat merilis laporan non rahasia atas pembunuhan Khashoggi. Laporan ini menyebutkan, "Kami mengevaluasi bahwa Mohammad bin Salman mengesahkan operasi di Istanbul, Turki untuk menangkap atau membunuh Jamal Khashoggi."
Mantan presiden AS Donald Trump seraya menyebut Ansarullah kelompok teroris, berusaha melemahkan muqawama rakyat Yaman dan memaksa mereka menyerah kepada Koalisi Arab Saudi.
Protes atas penjualan senjata AS kepada Arab Saudi semakin keras khususnya setelah pembunuhan Jamal Khashoggi oleh agen Al Saud di konsulat negara ini di Istanbul.
Arab Saudi dengan dukungan Amerika Serikat, Uni Emirat Arab (UEA) dan sejumlah negara lainnya melancarkan agresi militer ke Yaman sejak Maret 2015 dan memblokade total negara ini dari darat, udara dan laut.
342/