Menurut Kantor Berita ABNA, Al Nujaba Irak memprotes sikap pasif pemerintah Perdana Menteri Mustafa Al Kadhimi terkait operasi militer Turki di utara Irak.
Al Nujaba menegaskan, sikap lemah pemerintah Irak menyebabkan negara ini menjadi arena pelanggaran kedaulatan dan agresi militer.
Gerakan Al Nujaba Irak mendesak pasukan Turki dan pemerintah Ankara untuk menimbang ulang kalkulasi militernya sebelum kubu perlawanan Irak bertindak.
Pasukan Turki hari Rabu (10/2) memulai operasi militer baru di utara wilayah Kurdistan Irak, bersandi Claw-Eagle 2.
Sampai detik ini pemerintah Irak dan wilayah Kurdistan belum mengumumkan sikap resmi terkait operasi militer Turki ini. (HS)
342/