Menurut Kantor Berita ABNA, Gerakan Pembangkangan Sipil Myanmar (Myanmar Civil Disobedience Movement) dalam statemennya di media sosial mengumumkan militer Myanmar lebih mendahulukan kepentingan kelompoknya daripada lapisan masyarakat yang rentan di masa pandemi virus Corona.
"Kami menolak mematuhi perintah apapun yang dikeluarkan oleh rezim militer ilegal yang telah menunjukkan bahwa mereka sama sekali tidak menghormati pasien-pasien kami yang miskin," ujarnya.
Gerakan Pembangkangan Sipil Myanmar juga menuntut agar militer negara ini kembali ke barak.
342/