1 Februari 2021 - 10:36
PBB Desak Jenderal Myanmar Diadili

Angkatan Bersenjata Myanmar menyatakan tidak akan melakukan kudeta dan tetap patuh kepada Undang-Undang Dasar 2008 mengenai sengketa hasil pemilihan umum.

Menurut Kantor Berita ABNA, Komandan Angkatan Bersenjata Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing  hari Sabtu (30/1) mengatakan, Angkatan Bersenjata akan melindungi Undang-Undang Dasar 2008 dan tetap bertindak sesuai hukum.

Sebelumnya, muncul berita mengenai ancaman militer Myanmar  yang akan mengambil tindakan jika keluhannya mengenai hasil pemilihan umum pada November lalu tidak dipenuhi.

CNN melaporkan, pihak militer Myanmar selama beberapa pekan terkhir menuduh terjadi ketidakberesan dalam pemilihan umum November lalu. Partai Pembangunan dan Solidaritas Myanmar yang dekat dengan militer negara itu, hanya memenangkan 25 kursi.

Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang berkuasa di Myanmar dan dipimpin oleh Aung San Suu Kyi, memenangkan pemilihan parlemen negara itu dengan suara mayoritas.

Komisi Pemilu Myanmar mengumumkan pada hari Jumat (13/11/2020) bahwa Partai Liga Nasional untuk Demokrasi memenangkan 368 kursi, atau lebih dari 50 persen kursi di parlemen dari 500 kursi yang ada. 

342/