Menurut Kantor Berita ABNA, arsitek proyek ini, mengatakan, "Dalam merancang proyek ini, selain memperhatikan tantangan iklim, budaya dan pendidikan penduduk desa, juga mempertimbangkan model konstruksi yang berbiaya rendah dan ramah lingkungan,".
"Di bidang pelestarian lingkungan, penggunaan sistem terkait energi bersih menjadi agenda utama yang mempertimbangkan pencegahan masuknya partikel tersuspensi dan peningkatan kenyamanan lingkungan," ujar dosen fakultas arsitektur Universitas Mazandaran ini.
"Proyek ini memiliki kemampuan sebagai tempat berlindung yang baik dengan menggunakan dan menyimpan cahaya dan energi matahari secara maksimal," tegasnya.
342/