21 November 2020 - 11:08
Iran Aktualita, 21 November 2020

Dinamika Iran sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai pernyataan penasihat pertahanan Rahbar bahwa kekuatan militer Iran tidak bisa dinegosiaskan dengan pihak manapun.

Menurut Kantor Berita ABNA, Selain itu, pernyataan ketua MA Iran mengenai sengketa Pilpres AS, Iran siap memasok keperluan militer Irak, Iran dan Irak menargetkan perdagangan capai 20 miliar dolar, delapan vaksin dari Iran masuk calon vaksin Covid-19 WHO dan animasi Iran berkibar di festival film Slovakia.

Penasihat Rahbar: Kekuatan Militer Iran Harga Mati !

Penasihat Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Urusan Pertahanan, Hossein Dehghan menyatakan Republik Islam Iran tidak akan melakukan negosiasi dengan siapapun mengenai kekuatan militernya dalam keadaan apapun.

Hossein Dehghan hari Kamis (19/11/2020) mengatakan, "Kami tidak ingin memulai perang, tetapi kami juga tidak mengejar negosiasi [dengan AS],".

"Republik Islam Iran tidak akan melakukan negosiasi dengan siapapun dalam keadaan apapun tentang kekuatan militernya," tegas penasihat pertahanan Rahbar.

Mengenai laporan New York Times baru-baru ini yang mengklaim bahwa Trump bermaksud untuk mengambil tindakan militer terhadap Iran di hari-hari terakhir kepresidenannya, Dehghan menekankan, "Konflik terbatas dan taktis bisa memicu perang besar-besaran. Amerika Serikat, kawasan dan dunia tidak akan mampu bertahan dari krisis berskala besar,"

Raisi: Sengketa Pilpres, Bongkar Borok Amerika

Ketua Mahkamah Agung Iran, Seyed Ebrahim Raisi menyebut fenomena pilpres AS mengungkapkan borok negara ini.

"Apa yang terlihat di Amerika Serikat saat ini adalah skandal mereka setelah sekian lama membentuk citra dirinya sebagai kampiun demokrasi," ujar Raisi hari Senin (16/11/2020)

"Pemilu presiden AS baru-baru ini menunjukkan kepada dunia mengenai citra mereka sebenarnya yang tidak nyata, dan terbukti menghadapi banyak masalah," tegasnya.

Amerika, tutur Raisi, selama ini berusaha untuk mendominasi pemikiran dan opini masyarakat dunia melalui ancaman dan distorsi, tetapi masyarakat yang berwawasan seperti masyarakat Iran sangat menyadari bahwa ancaman Amerika tidak efektif dengan cara apapun.

Meskipun Joe Biden sudah mengumumkan kemenangannya dalam pemilu presiden AS, tapi Donald Trump hingga kini masih belum menerima kekalahannya dan mengklaim terjadi penipuan masif.

Trump menolak menerima hasil pemilu dan mengajukan gugatan hukum di beberapa negara bagian penting.

Brigjen Hatami: Iran Siap Pasok Keperluan Militer Irak

Menteri Pertahanan Iran, Brigjen Amir Hatami mengatakan, Republik Islam Iran siap untuk memenuhi kebutuhan angkatan bersenjata Irak demi memperkuat kekuatan pertahanan nasionalnya.

Brigjen Amir Hatami dalam pertemuan dengan Menteri Pertahanan Irak, Juma Anad Saadoun di Tehran hari Sabtu (14/11/2020) mengatakan bahwa negara-negara kawasan harus memastikan dan mengelola keamanannya bersama.

"Iran  terus mendukung proses politik, stabilitas, keamanan dan keutuhan wilayah Irak serta siap berpartisipasi dalam rekonstruksi dan pembangunan Irak," ujar Menhan Iran.

Menyinggung kerja sama antara Iran dan Irak dalam perang melawan terorisme di kawasan, Brigjen Hatami menyatakan bahwa kehadiran dan intervensi pasukan transregional merupakan faktor ketidakamanan dan ketidakstabilan di Asia Barat.

"Perilaku negara-negara besar, terutama Amerika Serikat menunjukkan bahwa mereka memiliki rencana jangka panjang untuk menyulut instabilitas di kawasan. Tapi perlawanan rakyat Irak bersama angkatan bersenjata, dan pemerintah Irak dan Suriah, berhasil menyelamatkan kawasan dari para penyerang kriminal dan teroris," papar Brigjen Hatami.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Irak dalam pertemuan tersebut mengatakan, "Rakyat Irak tidak akan pernah melupakan nasehat dan bantuan senjata dari Republik Islam Iran untuk mengusir dan mengalahkan kelompok teroris Daesh,".

342/