Menurut Kantor Berita ABNA, "Apa yang terlihat di Amerika Serikat saat ini adalah skandal mereka setelah sekian lama membentuk citra dirinya sebagai kampiun demokrasi," ujar Raisi hari Senin (16/11/2020)
"Pemilu presiden AS baru-baru ini menunjukkan kepada dunia mengenai citra mereka sebenarnya yang tidak nyata, dan terbukti menghadapi banyak masalah," tegasnya.
Amerika, tutur Raisi, selama ini berusaha untuk mendominasi pemikiran dan opini masyarakat dunia melalui ancaman dan distorsi, tetapi masyarakat yang berwawasan seperti masyarakat Iran sangat menyadari bahwa ancaman Amerika tidak efektif dengan cara apapun.
Meskipun Joe Biden sudah mengumumkan kemenangannya dalam pemilu presiden AS, tapi Donald Trump hingga kini masih belum menerima kekalahannya dan mengklaim terjadi penipuan masif.
Trump menolak menerima hasil pemilu dan mengajukan gugatan hukum di beberapa negara bagian penting.(PH)
342/