Selain itu, tanggapan Iran mengenai AS bahwa Tehran berencana teror dubesnya di Afrika Selatan.
IRGC: Penguasa Bahrain Tunggu Pembalasan Pejuang Al Quds !
Korps Garda Revolusi Islam Iran, IRGC mengecam keras dijalinnya hubungan diplomatik Bahrain dan rezim Zionis Israel, dan menegaskan, penguasa Bahrain harus menunggu pembalasan tegas para pejuang pembebasan Al Quds, dan rakyat negara ini.
Menurut Kantor Berita ABNA, IRGC mengumumkan, langkah memalukan rezim Al Khalifa, dan penguasa Bahrain lainnya dalam menjalin hubungan diplomatik dengan Israel, bertentangan dengan kehendak, dan cita-cita rakyat Muslim negara ini. Kebodohan besar, dan ilegal ini akan mendapat balasan keras.
Ditambahkannya, efek domino normalisasi hubungan sebagian negara Arab dengan Israel yang didesain Amerika Serikat dan presiden bodohnya itu, akan menghinakan bangsa-bangsa Muslim, dan terlaksananya perampokan kekayaan mereka, serta terjaganya keamanan penjajah Palestina, dan Al Quds.
"Sampai kapanpun hal itu tidak akan pernah terwujud, dan hitung mundur peningkatan kekuatan, tekad, dan kehendak umat Islam dalam memunculkan kapasitas tersembunyi perlawanan terhadap Israel untuk menghapus Israel dari peta Dunia Islam, akan segera terjadi," pungkasnya.
Ghalibaf: Bangsa-bangsa di Kawasan Tidak Menolerir Rezim Zionis
Merujuk pada normalisasi hubungan antara beberapa negara Arab dan rezim Zionis yang dilakukan di bawah tekanan dari kubu arogan, Ketua Parlemen Republik Islam Iran mengatakan, "Rakyat di negara-negara di kawasan tidak bersedia untuk mentolerir rezim Zionis."
Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran hari Sehin (14/09/2020) dalam pertemuan dengan Nouri al-Maliki, Ketua Koalisi Negara Hukum dan mantan Perdana Menteri Irak di Tehran menyinggung karakteristik pemerintahan dalam masyarakat Islam menjelaskan, "Jika para pejabat negara Islam menjalankan tugasnya dengan baik, niscaya konspirasi musuh akan digagalkan."
Ghalibaf kemudian memuji keputusan parlemen Irak agar Amerika Serikat menarik pasukannya dari Irak, menyebutnya sebagai langkah penting.
Sambil berterima kasih kepada para pejabat Republik Islam Iran atas dukungan mereka yang berkelanjutan untuk poros perlawanan, keamanan dan stabilitas di kawasan, terutama di Irak, Nouri al-Maliki mengatakan, "Sikap Republik Islam Iran pasti membuat Front Perlawanan melawan konspirasi musuh Islam dan Muslim dan meraih kemenangan."
Ketua Koalisi Negara Hukum Irak, mencatat bahwa, sayangnya, normalisasi hubungan antara beberapa negara dan rezim Zionis telah menimbulkan tantangan bagi komunitas Islam. Menurutnya, "Proses normalisasi hubungan dengan penjajah al-Quds harus dilawan dengan konsensus dan konvergensi."
Nouri al-Maliki menekankan bahwa bangsa-bangsa kuat dapat menahan pengaruh asing, seraya mengingatkan, "Jika pemerintah menyerah pada tekanan musuh, bangsa-bangsa akan melawan."
Shamkhani: Harapan Israel Kuasai Nil Hingga Furat tidak akan Terwujud
Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran seraya menjelaskan bahwa rezim Zionis melalui rencana "perdamaian" ingin merealisasikan slogan menguasai Nil hingga Furat, mengatakan, Dunia Islam tidak akan pernah mengijinkan rencana berbahaya seperti ini terwujud.
Ali Shamkhani Senin (14/9/2020) saat bertemu dengan Nouri al-Maliki, ketua Koalisi Negara Hukum dan mantan perdana menteri Irak di Tehran seraya menjealskan strategi pengobaran perpecahan dan instabilitas oleh Amerika di kawasan Asia Barat, menilai prioritas utama berbagai negara untuk melawan pendekatan ini adalah persatuan dalam negeri negara kawasan.
Seraya menjelaskan bahwa musuh persatuan dan kemajuan Irak berencana menjadikan negara ini sebagai pusat pengobaran friksi, bentrokan dan instabilitas, Shamkhani menekankan pentingnya menjaga kewaspadaan dan kohesi seluruh rakyat Irak khususnya partai, berbagai faksi dan tokoh Syiah.
Shamkhani seraya memperingatkan pemimpin pengkhianat dan yang rela berkompromi dengan musuh dan yang mengorbankan kepentingan dunia Islam, cita-cita Palestina serta pembebasan Quds demi kelanggengan kekuasaannya mengingatkan, upaya total Amerika ini diambil untuk melemahkan negara-negara kawasan dengan tujuan menjaga keamanan Israel dan hegemoni rezim ilegal ini terhadap negara-negara Arab dan Islam.
"Darah suci Syahid Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis serta syuhada poros muqawama lainnya, akan mencerabut akar Amerika dan Israel dari kawasan," papar Shamkhani.
Sementara itu, Nouri al-Maliki seraya memuji peran istimewa Iran di perang kontra terorisme dan menciptakan stabilitas serta keamanan di kawasan, menegaskan pentingnya Iran dan Irak untuk bekerja sama dalam masalah-masalah penting regional dan internasional.
Seraya menekankan pentingnya meningkatkan kohesi di dunia Islam, al-Maliki mengingatkan, "Melalui kerja sama negara-negara Islam, konspirasi terhadap Quds dan eksistensi Palestina dapat dipatahkan."
342/