Menurut Kantor Berita ABNA, Sayangnya, Menteri Luar Negeri AS, yang setiap saat melihat pendekatan tekanan maksimum dan unilateralisme terhadap Iran semakin gagal, melakukan upaya mati-matian dengan klaim mendukung hak asasi manusia, berusaha memulihkan status rezim Donald Trump yang telah lenyap," ungkap Saeed Khatibzadeh, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran hari Rabu (16/09/2020).
Khatibzadeh menambahkan, "Sementara itu, pemerintah di mana Pompeo bekerja memiliki catatan hak asasi manusia yang terburuk dan tidak ada hari di mana suara rakyat Amerika menentang kekerasan, diskriminasi dan rasisme tidak terdengar."
"Pompeo, yang menerima pelatihan dalam pemalsuan, penipuan dan kebohongan di CIA, berusaha untuk mengalihkan opini publik berdasarkan" semakin besar kebohongan, semakin bisa dipercaya," pungkas juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, merujuk pada situasi domestik AS yang mengerikan."
342/