Menurut Kantor Berita ABNA, langkah Amerika menyanksi Presiden Republik Otonomi Chechnya, istri dan dua putrinya karena dituduh melanggar hak asasi manusia, telah memicu reaksi keras dari Kemenlu Rusia.
Seperti di tulis kantor berita Tass, Jubir Kemenlu Rusia, Maria Zakharova di laman Facebook miliknya menolak sanksi yang dijatuhkan Amerika terhadap Ramzan Kadyrov dan keluarganya, dan mengancam akan membalas aksi Washington tersebut.
Zakharova menuturkan, langkah balasan bukan hal yang mudah, tapi kami akan menemukan cara untuk membalas langkah ini.
Pada Senin (20/7) malam, Departemen Luar Negeri Amerika mengumumkan, Washington menjatuhkan sanksi terhadap Ramzan Kadyrov, presiden Chechnya, Rusia karena melanggar HAM.
Menurut Menlu Amerika, sanksi ini mencakup istri dan kedua putri Kadyrov. (HS)
342/