Menurut Kantor Berita ABNA, Mohammad Javad Zarif Kamis (18/6/2020) malam di cuitannya menulis, Dewan Gubernur IAEA tidak boleh membiarkan musuh JCPOA mengancam kepentingan Iran. Tiga negara Eropa (Jerman, Perancis dan Inggris) setelah gagal menjalankan komitmennya di JCPOA, jangan sampai menjadi mitra kejahatan ini.
Seraya menjelaskan bahwa Republik Islam Iran tidak memiliki hal-hal yang disembunyikan menambahkan, inspeksi yang ada di Iran selama lima tahun lalu, merupakan sejarah bagi IAEA. Solusi yang dapat diraih sebuah keniscayaan, namun resolusi anti Iran di Dewan Gubernur akan menghancurkan kemungkinan ini.
Troika Eropa yang termasuk penandatangan JCPOA menyiapkan draf resolusi untuk diajukan ke Dewan Gubernur dan didalamnya ada permintaan “Kerja sama Penuh” Iran dengan IAEA.
Iran mengkritik keras langkah troika Eropa ini dan menjelaskan permintaan IAEA digulirkan berdasarkan klaim Israel dan represi Amerika di mana meski negara ini telah keluar dari JCPOA, masih tetap ingin memperpanjang sanksi dan embargo senjata Republik Islam Iran yang akan segera berakhir. (MF)
342/