Menurut Kantor Berita ABNA, Sanksi maksimum yang diberlakukan Washington terhadap Caracas telah menyebabkan Venezuela meminta bantuan sekutunya. Melihat hal itu, Amerika berusaha menciptakan ketakutan terhadap para pendukung Venezuela agar mengurungkan niatnya untuk membantu negara ini.
Departemen Keuangan AS telah mengumumkan sanksi terhadap mereka yang berani melanggar embargo Washington terhadap Caracas. Departemen ini pada hari Kamis, 18 Juni 2020 memasukkan delapan perusahaan asing, dua kapal dan tiga individu ke dalam daftar sanksi karena melanggar sanksi yang diberlakukan terhadap Venezuela.
Di antara perusahaan yang dimasukkan ke dalam daftar sanksi adalah sebuah perusahaan Meksiko dan beberapa orang negara ini karena melakukan transaksi perdagangan dengan Venezuela.
Departemen Keuangan AS mengenakan sanksi terhadap perusahaan dagang Meksiko Libre Abordo SA de CV karena membeli minyak Venezuela melalui perjanjian bantuan minyak untuk kemanusiaan.
Libre Abordo dan afiliasinya Schlager Business Group menjadi pendukung terbesar industri minyak Venezuela setelah mereka membeli 32 juta barel minyak mentah pada tahun ini dari negara yang disanksi Amerika.
Pemegang saham perusahaan Libre Abordo, Olga Maria Zepeda Esparza, 23 tahun dan Veronica Esparza Garcia bersama Joaquin Leal Jimenez Garcia, juga dimasukkan ke dalam daftar sanksi Amerika. Berdasarkan dokumen Bloomberg, Jimenez Garcia adalah seorang pedagang minyak untuk Libre Abordo.
Menurut pengumuman Departemen Keuangan AS, semua aset perusahan-perusahan tersebut dan invidu-individu yang disebutkan telah diblokir dan warga AS juga dilarang untuk melakukan transaksi dengan mereka. Sementara itu, perusahaan Libre Abordo telah menegaskan bahwa pertukaran bantuan kemanusiaan ke Venezuela seharusnya tidak dikenakan sanksi.
Sebelumnya, Utusan Khusus Pemerintah AS untuk Venezuela Elliott Abrams mengatakan, AS memperingatkan semua negara mengenai hubungan dengan Venezuela dan juga memperingatkan semua pemerintah dan perusahaan tentang bantuan ke negara ini melalui pengiriman bahan bakar dari Iran.
Abrams mengklaim bahwa AS telah memperkuat kampanye tekanan maksimum terhadap Iran dan Venezuela untuk memastikan bahwa pertukaran ilegal semacam itu berbahaya bagi semua pihak, termasuk negara dan perusahaan-perusahan lain, dan bahkan memiliki konsekuensi.
Sanksi baru AS terhadap negara, perusahan dan individu yang melakukan transaksi dan kerja sama dengan Venezuela sebenarnya lebih disebabkan kekhawatiran Washington atas perluasan kerja sama itu dan gagalnya sanksi terhadap Caracas yang diterapkan pemerintahan Trump selama empat tahun ini.
Langkah tersebut juga merupakan bagian dari upaya untuk menggulingkan pemerintahan Maduro agar bisa diganti oleh bonekanya, Juan Guido, pemimpin oposisi Venezuela.
342/