Menurut Kantor Berita ABNA, Mahmoud Al Zahar mengatakan, pembebasan Lebanon Selatan pada 25 Mei 2000 menjadi titik balik penting dalam sejarah perlawanan terhadap Israel.
Dalam wawancara dengan Felestin Al Youm, Mahmoud Al Zahar menuturkan, peringatan kekalahan Israel di Lebanon Selatan membawa pesan bahwa kemerdekaan setiap negara hanya mungkin dicapai dengan perlawanan, dan metode lainnya tidak berguna.
Ia menambahkan, peringatan pembebasan Lebanon Selatan mengajarkan kepada kita jika tiga prasyarat terpenuhi maka hal itu pasti terjadi. Pertama, pemilik sah wilayah menolak pemikiran bahwa penjajah tetap di tanah mereka, kedua, pembebasan dilakukan dengan semua fasilitas yang ada meski lemah dan terbatas, dan faktor ketiga keruntuhan penjajah di Palestina adalah keyakinan bahwa kebatilan pasti hancur, dan penjajahan adalah kebatilan, maka pasti hancur. (HS)