Menurut Kantor Berita ABNA,Brigjen Amir Hatami kepada wartawan menuturkan, gangguan terhadap kapal tanker Iran, melanggar aturan dan keamanan internasional. Baik organisasi internasional maupun negara-negara dunia, sangat sensitif terhadap aturan dan keamanan jalur pelayaran, maka dari itu setiap gangguan harus ditindak tegas.
Brigjen Amir Hatami menegaskan, gangguan Amerika terhadap kapal tanker Iran, dapat dikategorikan sebagai perompakan.
Ia menambahkan, kebijakan kami jelas, dan sudah kami umumkan secara transparan bahwa kami tidak bisa menoleransi gangguan terhadap kapal tanker kami, Amerika dan negara lainnya sudah tahu, Iran tidak ragu untuk menindaknya, jika gangguan terus dilakukan, maka Amerika harus siap tanggung akibatnya.
Sebagaimana diketahui baru-baru ini Amerika mengancam kapal-kapal tanker Iran yang membawa bensin ke Venezuela. (HS)