(ABNA24.com) Hassan Abolghasemi, Selasa (14/4/2020) dalam wawancara dengan IRNA menjelaskan, reaksi berlebihan sistem imun tubuh menyebabkan kematian pada pasien Corona.
Ia menambahkan, program penelitian terapi plasma dengan metode kasus-kontrol sedang dilakukan, di dalamnya digunakan kekhususan antibodi untuk membunuh Virus Corona.
Abolghasemi juga menyinggung efektivitas plasma darah pasien Corona yang sembuh untuk mengobati pasien Covid-19 yang masih sakit.
"Hasil awal penelitian menunjukkan penggunaan terapi plasma menurunkan 40 persen tingkat kematian pada pasien Corona dengan kondisi kritis," imbuhnya.
Menurut penanggungjawab program terapi plasma Iran, salah satu sebab menurunnya jumlah pasien di ruang perawatan khusus rumah sakit Iran adalah penggunaan terapi plasma ini.
Ia menegaskan, di Iran terbuka kemungkinan untuk memproduksi plasma darah secara khusus.
.............
340