(ABNA24.com) Ali Es-Haqi, Kepala Lembaga Penelitian Vaksin dan Serum Razi Iran pada Jumat (10/04/2020) malam mengatakan, "Dengan mencermati penyebaran wabah Corona di negara dan dan studi tentang terapi plasma untuk pasien dengan penyakit ini, telan dilakukan pertemuan bersama antara Lembaga Penelitian Vaksin dan Serum Razi, Universitas Ilmu Kedokteran Alborz dan Organisasi Transfusi Darah Iran dengan tujuan memulai implementasi rencana ini di provinsi Alborz dalam bentuk proyek penelitian bersama."
"Dalam hal ini, Lembaga Penelitian Razi akan mengevaluasi antibodi dari individu yang pulih untuk disuntikkan kepada pasien dan respon kekebalan yang relevan bekerja sama dengan Universitas Ilmu Kedokteran Alborz dan Organisasi Transfusi Darah Iran," ungkap Es-Haqi.
Sekaitan dengan hal ini, Nasser Riahi, anggota Dewan Direksi Kamar Dagang Tehran menyatakan, "Iran adalah negara pertama dalam penerapan terapi plasma untuk pasien corona."
Hingga saat ini di Iran sekitar 68.192 orang telah terinfeksi Covid-19, di mana 35.465 telah pulih dan keluar dari rumah sakit, sementara sekitar 4.200 telah meninggal.
............
340