Menurut Kantor Berita ABNA, dari foto-foto Syahid Qassem Soleimani semasa hidupnya, terlihat di jarinya kerap dihiasi sebuah cincin dengan batu akik besar,bahkan dari potongan jarinya yang tersebar di media sosial pasca insiden serangan drone Amerika Serikat atas mobil pribadi yang ditumpanginya terlihat jari tersebut juga dihiasi sebuah cincin akik.
Disebutkan, ia pernah ditanya, mengapa setiap melakukan safar/perjalanan, ia kerap mengenakan cincin akik tersebut, terutama dalam perjalanan-perjalanan dengan misi yang berbahaya. Ia menjawab, bahwa cincin tersebut adalah pemberian Rahbar dan selama enam tahun ia memendam keinginan untuk mendapatkan cincin tersebut dari Rahbar.
Lewat lisannya sendiri Letjend Qassem Soleimani menceritakan, "Dalam sebuah pertemuan penting ketika diminta menjelaskan perang 33 hari, ketika pertemuan telah selesai dan semua bubar, Rahbar memintaku mendekat kemudian memelukku. Sambil tetap dalam pelukannya, ia memberiku cincinnya dan mengenakan sendiri ke jariku, sambil berkata, "Pakai ini ketika tujuan perjalananmu adalah untuk berperang." Soleimani menjawab, "Sudah enam tahun aku menunggu momen ini, tuanku. Sebab aku tidak berani meminta."
Disebutkan, dalam sebuah insiden penyerangan drone tanpa awak yang dikontrol militer AS, Komando Korps Brigade Alquds Syahid Qassem Soleimani, wakil ketua al-Hashd al-Shaabi Abu Mahdi al-Muhandis dan sejumlah pengawal gugur pada Jumat (3/1) di dekat Bandara Internasional Baghdad Irak. Serangan udara yang diakui sendiri oleh AS tersebut menuai kecaman internasional. Iran melalui Ayatullah Sayid Ali Khamanei berjanji untuk melakukan tindakan balas dan tidak membiarkan kejahatan terbaru AS tersebut dibiarkan begitu saja.
........
178
Pada prosesi pemakaman Syahid Qassem Soleimani, hadir jutaan orang baik di Irak maupun di Iran yang memberikan penghormatan terakhir pada sang Jenderal. Ismail Haniyah Pemimpin HAMAS yang hadir dalam prosesi salat jenasah menyebut Syahid Qassem Soleimani, sebagai Syahidul Quds yaitu yang mati syahid dalam membela Alquds.