27 Januari 2020 - 11:57
Teror terhadap Jenderal Soleimani adalah Kejahatan Perang

Teror terhadap Jenderal Soleimani adalah Kejahatan Perang

Menurut Kantor Berita ABNA, salah seorang mantan anggota Parlemen Uni Eropa menyebut teror kepada Letnan Jenderal Syahid Qassem Soleimani dalam insiden Airport Baghdad bukan sekedar ingin memperingatkan Iran namun juga sebagai langkah efektif untuk menghentikan gerakan muqawamah di kawasan. 

Javier Couso, politisi yang telah berakhir masa jabatannya sebagai anggota Parlemen Uni Eropa bulan lalu, menyebut bahwa Amerika Serikat punya target untuk menghentikan gerakan muqawamah di Timur Tengah yang selama ini sangat efektif menghalangi kepentingan-kepentingan Amerika Serikat di kawasan. 

Mantan Wakil Presiden Komite Hubungan Luar Negeri Uni Eropa dalam wawancaranya dengan stasiun TV Lebanon al-Mayadin menyebut teror kepada Soleimani adalah salah satu bentuk kejahatan perang. 

Couso berkata, "Tindakan menyerang dengan sengaja dan terencana terhadap perwira militer resmi sebuah negara yang terjadi di Irak adalah sebuah pelanggaran. Mereka telah melewati garis merah yang terlarang, untuk memuluskan target mereka. Yang mereka bunuh adalah orang yang dengan secara terang benderang selama ini sangat efektif telah memerangi dan menghentikan gerakan terorisme di kawasan."

Lebih lanjut ia mengatakan, "Jenderal Soleimani telah berperang untuk membebaskan bangsa yang tercengkram oleh keganasan terorisme. Ia adalah orang pertama dan di jam pertama hadir untuk mendukung pemerintah Suriah untuk menghadapi terorisme."

"Kita saat ini berada dalam medan pertempuran yang besar, dan semestinya kita berterimakasih kepada Iran yang memiliki kemampuan dan kesabaran. Iran mampu melakukan serangan militer sebagai bentuk peringatan. Meski demikian, Iran secara praktis menyadari, masih membutuhkan waktu lama untuk mengusir penjajah Amerika Serikat dari kawasan." Lanjutnya. 

Couso melanjutkan, "Hizbullah di Lebanon bukanlah kelompok teroris. Sebab Hizbullah tidak pernah melakukan tindakan teror baik di luar negaranya maupun di dalam Lebanon. Yang dilakukan Hizbullah adalah perlawanan dan pembelaan yang sah berdasarkan apa yang diizinkan oleh hukum internasional. Hizbullah adalah partai yang sah karena merupakan bagian dari pemerintah." 

Disebutkan, dalam sebuah insiden penyerangan drone tanpa awak yang dikontrol militer AS, Komando Korps Brigade Alquds Syahid Qassem Soleimani, wakil ketua al-Hashd al-Shaabi Abu Mahdi al-Muhandis dan sejumlah pengawal gugur pada Jumat (3/1) di dekat Bandara Internasional Baghdad Irak. Serangan udara yang diakui sendiri oleh AS tersebut menuai kecaman internasional. Iran melalui Ayatullah Sayid Ali Khamanei berjanji untuk melakukan tindakan balas dan tidak membiarkan kejahatan terbaru AS tersebut dibiarkan begitu saja.

.......

178