7 Desember 2019 - 17:19
Presiden Erdogan Masjid Ramah Lingkungan Pertama di Eropa

Presiden Erdogan Masjid Ramah Lingkungan Pertama di Eropa

Menurut Kantor Berita ABNA, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meresmikan sebuah masjid baru di kota Cambridge di Inggris. Disebutkan bahwa masjid tersebut adalah masjid pertama di Eropa yang ramah lingkungan.  Masjid ini disebut sebagai ramah lingkungan karena berawal dari tenaga listrik yang digunakan. Masjid ini merias langit-langit masjid sehingga cahaya matahari bisa masuk untuk menerangi saat siang. Sedangkan malam hari, masjid ini dialiri oleh energi panel surya.

Selain tanpa listrik, masjid ini juga punya penyejuk alami. Cambridge Central Mosque dibuat dengan ventilasi yang baik. Selain udara yang keluar masuk, masjid ini juga didinginkan oleh energi lokal yang dihasilkan melalui pompa panas. Jenis pompa panas ini mengekstraksi energi dari suhu udara atau air tanah yang relatif stabil. Kemudian memanaskan bangunan sesuai kebutuhan dan mendinginkannya pada saat hunian tinggi atau kelebihan panas. Beralih ke bagian air, Cambridge Central Mosque memiliki penampungan khusus. Air hujan akan ditampung dan disaring untuk kebutuhan wudhu dan taman.

Masjid ini dirancang untuk menyala secara alami sepanjang hari dan berventilasi alami. Masjid ini juga menggunakan kombinasi teknologi hijau, termasuk panen air hujan, pompa panas sumber udara, dan fotovoltaik untuk meminimalkan jejak karbonnya.

Cambridge Central Mosque, masjid ramah lingkungan pertama di Eropa tersebut terletak di Kota Cambridge, Inggris. Masjid ini dibangun pada tahun 2017 oleh Marks Barfield Architects. Cambridge Central Mosque memiliki tinggi 8 meter. Dalam satu kali ibadah, masjid ini mampu menampung 1.000 jamaah. Bagian luar Cambridge Central Mosque ini tampak sama dengan masjid lainnya. Ada taman dan ruang terbuka untuk jamaah yang ingin sekedar duduk atau berdiskusi.

Tapi begitu masuk ke dalam, masjid ini menampilkan sisi yang lain. Bagian dalam masjid in memiliki tiang ukiran yang dibuat layaknya pohon. Berada di lingkungan yang beragam, masjid ini juga memberikan kenyamanan. Speaker masjid sengaja diarahkan ke arah dalam. Masjid ini juga membuka diri untuk semua orang. Masjid Cambridge juga membuka diri untuk semua wisatawan. Bahkan masjid ini juga kerap dijadikan tempat pertemuan bagi masyarakat Muslim atau pun non Muslim. Sebagai rumah ibadah, Masjid Cambrige ingin memperlihatkan keindahan toleransi yang tinggi.

Presiden Erdogan disebutkan diundang untuk meresmikan Masjid Cambridge karena donatur utama dari pembanguanan masjid ini adalah konsorsium lembaga Pemerintah Turki bersama dengan perusahaan swasta Turki, dan Dana Nasional Qatar. Aslinya, Presiden Erdogan ke Inggris minggu ini untuk melakukan pertemuan dengan para pemimpin NATO.

Untuk diketahui, diperkirakan jumlah Muslim di Inggris saat ini mencapai sekitar 3 juta orang.