(ABNA24.com) Militer dan komite rakyat Yaman selama tiga hari terakhir menjawab kejahatan perang yang dilakukan koalisi Saudi dengan empat serangan rudal terhadap sejumlah kawasan di Arab Saudi serta selatan dan barat laut Yaman yang berhasil menewaskan dan melukai puluhan orang.
Pertama, serangan rudal militer dan komite rakyat Yaman hari Kamis lalu, 1 Agustus, ke kamp militer al-Jalaa di kota al-Buraiqa di barat provinsi Aden.
Serangan kedua juga dilakukan pada hari Kamis yang lebih penting dari serangan pertama, karena serangan rudal ini menarget pangkalan militer penting Dammam, di timur laut Arab Saudi.
Serangan ketiga, hari Jumat, 2 Agustus menghantam pangkalan koalisi Saudi di provinsi al-Hajjah di Barat Laut Yaman yang menjadi tempat konsentrasi pasukan bayaran dari Sudan.
Sementara serangan keempat yang dilakukan hari Sabtu, 3 Agustus, menarget sebuah pangkalan udara Arab Saudi yang baru dibangun di Najran, selatan Arab Saudi.
Empat serangan rudal yang susul menyusul ini membawa beberapa pesan strategis penting.
Pertama, dalam serangan hari Kamis lalu ke kamp militer al-Jalaa di provinsi Aden tepat menarget manuver pasukan pemerintah Yaman yang telah mengundurkan diri yang menewaskan lebih dari 40 orang. Serangan ini menunjukkan bagaimana rudal Yaman dengan presisi menarget sasarannya.
Kedua, operasi militer terhadap Dammam memiliki urgensi strategis. Untuk pertama kalinya dalam 52 bulan, militer dan komite rakyat Yaman melancarkan serangan rudal terhadap target militer paling jauh di bagian timur Arab Saudi. Pemilihan Dammam mencerminkan keberhasilan operasi intelijen dari militer dan komite rakyat Yaman yang sebelumnya telah mengidentifikasi 300 area sensitif di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab untuk serangan rudal dan drone pengintai.
Ketiga, terkait erat dengan target jarak jauh sekitar 1.300 kilometer yang dipilih menjadi sasaran tembakan rudal. Televisi Russia Today dalam menganalisa serangan ini menyebutnya sebagai transformasi luar biasa dan menurunkan laporan, "Apa yang membedakan operasi ini dengan operasi penembakan rudal lainnya ke berbagai posisi militer di Arab Saudi adalah rudal ini untuk pertama kalinya ditembakkan melewati jarak sejauh ini. Karena sebelumnya, Riyadh menjadi target terjauh serangan rudal Yaman."
Keempat, kota Dammam merupakan pusat konsentrasi perusahaan-perusahaan ekonomi dan pusat asli ekspor minyak Aramco. Menarget kota strategis ini sama artinya militer dan komite rakyat Yaman ingin meningkatkan biaya ekonomi perang bagi Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.
Abdul Wahhab al-Mahsyi, anggota biro politik Ansarullah mengatakan, "Operasi Dammam mempercepat pengunduran diri pasukan Uni Emirat Arab."
Kelima, serangan rudal ini termasuk dalam serangan dengan tujuan pembalasan setara dan tindakan pertahanan. Brigjen Yahya Saree, Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman mengatakan, "Operasi rudal ini sebagai respons atas kejahatan agresor ke Yaman, blokade Yaman, kelanjutan agresi dan mengalirnya darah warga Yaman."
Keenam dan terakhir, serangan rudal militer dan komite rakyat Yaman di hari-hari terakhir menunjukkan tampaknya Arab Saudi terjerembab di lumpur hisap Yaman dan berlanjutnya perang ini memaksa Arab Saudi dan begitu juga Uni Emirat Arab menanggung biaya yang sangat besar.
/129