Menurut Kantor Berita ABNA, Presiden Republik Islam Iran, Dr. Hassan Rouhani disela-sela kunjungan dalam lawatannya ke Amerika Latin tempo hari, mengadakan pertemuan informal dengan Pemimpin Revolusi Kuba, Fidel Castro. Dalam pertemuan tersebut Rouhani mengatakan, Iran sebagaimana Kuba, meski menerima sanksi ekonomi berupa embargo namun masih tetap mampu bertahan bahkan lebih maju dari sebelumnya.
Presiden Iran lebih lanjut menyebutkan Iran dan Kuba telah menjadi contoh bagi dunia, bahwa menentang arogansi Amerika Serikat dan kuasa dunia bukanlah kiamat, sebab kedua negara tersebut masih tetap eksis meski berada dalam pengucilan.
“Meletusnya Revolusi rakyat Kuba menjadi alasan diberlakukannya sanksi ekonomi atas Kuba dari AS, demikian pula yang terjadi di Iran, bahkan keterzaliman yang dihadapi rakyat Iran lebih dasyhat lagi, dengan adanya invasi Irak selama 8 tahun. Namun dunia melihat dengan jelas sampai hari ini, Iran dan Kuba tetap eksis sebagai negara yang berdaulat, merdeka dan mandiri dalam menghadapi embargo dan berbagai macam sanksi.” Ungkapnya.
Fidel Castro yang saat ini berusia 90 tahun dalam pertemuan tersebut mengatakan, “Sejak awal meletusnya Revolusi Islam Iran di Iran, saya sudah menganggapnya positif, dan saya katakan pada rakyat Kuba saat itu, saya bersama dengan Imam Khomeini dan revolusi rakyat Iran.”
Presiden Kuba yang menjabat sejak tahun 1959 sampai tahun 2006 tersebut lebih lanjut memuji Iran sebagai bangsa yang besar dan punya keinginan kuat mengembangkan kebudayaan bangsanya.
Berikut diantara foto-foto pertemuan dua negarawan tersebut:





