Menurut Kantor Berita ABNA, menjelang pemilu pada hari Jumat nanti, ribuan orang dari Najafabad bertemu dengan Pemimpin Besar Revolusi Islam di sini, di Teheran, rabu (24/2).
Ayatullah Sayid Ali Khamanei menyambut kedatangan ribuan orang warga dari kota Najafabad provinsi Isfahan di Teheran. Berkenaan dua pemilu Majelis Ahli dan DPR yang akan terselenggara Jum’at akhir pekan ini, Ayatullah Sayid Ali Khamanei memesankan agar seluruh warga untuk menggunakan hak pilihnya dan berpartisipasi secara meluas dalam pemilu tersebut. Ia berkata, “Dengan berpartisipasi dalam pemilu, rakyat kita berdiri teguh melawan musuh dan menentang mereka.”
"Ketika musuh melihat bahwa setelah 37 tahun dan dengan semua tekanan dan sanksi yang diberlakukan atas Iran serta dan dengan semua propaganda dengki dan fitnah yang meluas, mereka belum mampu melemahkan kesetiaan rakyat kepada sistem Islam dan cita-cita perjuangan revolusi." tambahnya.
"Salah satu bentuk propaganda musuh adalah menyerukan agar rakyat Iran tidak melibatkan diri dalam pemilu, dengen menyebarkan kampanye adanya parlemen yang anti pemerintah dan yang pro pemerintah. Namun propaganda tersebut akan gagal sebab Iran adalah bangsa yang memiliki independensi, kesetiaan dan menyadari kewajibannya.” Lanjutnya lagi.
Dalam lanjutan penyampaiannya, Rahbar menyinggung karakteristik parlemen yang efisien. Ia berkata, “Rakyat menginginkan parlemen yang mampu merumuskan aturan yang mampu mengeluarkan rakyat dari kesulitannya. Sebuah parlemen yang setia, berkomitmen, memiliki integritas, taat agama dan keberanian sehingga tidak dapat ditaklukkan dan dikendalikan oleh musuh. Ia menolak apapun bentuk intervensi asing dengan terus menjaga martabat bangsa.”
Rahbar juga menekankan peran DPR dalam mendesak pemerintah untuk membangun perekonomian yang lebih berkeadilan.
Dalam penyampaiannya, Ayatullah Sayid Ali Khamanei juga mengingatkan akan bahaya infiltrasi musuh yang mencoba menyusup dan memberi pengaruh dalam pengambilan kebijakan pemerintah dan parlemen. Rahbar mengatakan, “Jangan sekali-kali menggunakan wacana politik musuh. Musuh-musuh revolusi menggunakan istilah radikal dan moderat. Bagi musuh, istilah radikal ditujukan untuk Imam Khomeini dan saat ini idiom itu digunakan untuk saya yang dianggap paling radikal.”
“Islam mendukung moderasi, tapi moderasi menurut Al-Qur’an tidak bertentangan dengan kengototan untuk tetap berjalan sesuai prinsip yang benar. Bersikeras atau bersikap radikal di jalan yang benar tidaklah buruk. Tapi musuh melabeli radikal bagi mereka yang tidak mau tunduk dan menggunakan istilah moderat bagi mereka yang siap menyerah pada keinginan musuh.” tambahnya.
Pemimpin Besar Revolusi Islam lebih jauh menekankan agar rakyat Iran untuk berpartisipasi dalam pemilihan dengan wawasan dan kehati-hatian dengan mencari keridhaan Allah dalam melakukan pekerjaan yang tepat. Rahbar berkata, “"Siapa pun Anda memilih dengan penilaian Anda, akan menjadi perwakilan Anda sendiri dan Anda akan mendapatkan keuntungan dari pemilihan yang baik dan merasakan konsekwensinya dari pemilihan yang bukan bersandar pada wawasan dan kehati-hatian.”




