30 April 2015 - 15:12
Polisi, Simbol Kedaulatan dan Keamanan Iran

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar menyebut polisi sebagai "simbol kedaulatan dan keamanan" Republik Islam Iran.

Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei mengemukakan hal itu dalam pertemuan dengan para peserta konferensi nasinal ke-20 para komandan dan kepala polisi Iran (NAJA) di Tehran, Ahad (26/4).

Dalam pertemuan tersebut, Rahbar juga menyebut terciptanya keamanan individu, sosial, moral, jiwa dan mental di masyarakat sebagai bagian dari tanggungjawab terpenting bagi polisi.

Ayatullah Khamenei menegaskan, hal yang diperlukan untuk terciptanya keamanan adalah "kekuatan polisi," namun kekuatan dan kewenangan ini harus disertai dengan keadilan, kemurahan hati dan kasih sayang.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran lebih lanjut menekankan bahwa polisi tidak seharusnya merasa puas dengan batas tertentu dari peningkatan level keamanan. Penciptakan keamanan, kata Ayatullah Khamenei, bukan kategori slogan dan ucapan, namun masyarakat harus merasakan adanya keamanan itu.

Rahbar menilai sikap sejumlah remaja yang mabuk dengan kesombongan dan kebanggaan kekayaan dan pamer dengan mobil-mobil mewah di jalan-jalan sebagai salah satu manifestasi dari ketidakamanan psikologis di masyarakat.

Ia menegaskan, polisi harus memiliki agenda untuk mengatasi berbagai aspek ketidakamanan dan mampu menanganinya.

Rahbar menuturkan, kita tidak sedang mengejar kekuatan dan kewenangan seperti polisi Hollywood dan masyarakat Barat dan Amerika, sebab kekuatan seperti ini alih-alih mampu menciptakan keamanan, namun justru memicu ketidakamanan.

Ayatullah Khamenei menyebut perilaku polisi Amerika Serikat terhadap warga kulit hitam sebagai salah satu contoh dari kekuatan lalim.

Di AS, imbuhnya, presiden negara ini berasal dari warga kulit hitam, namun warga kulit hitam ditindas, diiabaikan dan dihina oleh polisi, di mana perilaku seperti ini telah menimbulkan ketidakamanan. (IRIB/RA)