Menurut Kantor Berita ABNA, Hujjatul Islam Kazem Seddiqi dalam khutbahnya di Mushalla Besar Imam Khomeini ra Tehran, menyinggung penegasan Rahbar bahwa anggota Kelompok 5+1, terutama Amerika Serikat sudah terbiasa untuk memaksakan kehendaknya dalam perundingan, dan mengatakan kesepakatan nuklir harus dilaksanakan dalam satu tahap dan sejalan dengan itu semua sanksi juga harus dicabut.
Hujjatul Islam Seddiqi menambahkan, Presiden Hassan Rouhani berkali-kali telah menjelaskan sikap Republik Islam Iran bahwa Tehran dalam perundingan menolak pemaksaan, pelecehan dan sanksi.
Menurutnya, Barat tidak berhak mengintervensi aktivitas nuklir damai Iran. Musuh sengaja memperpanjang negosiasi dengan tujuan mencegah kemajuan ilmiah bangsa Iran.
Pada kesempatan itu, Hujjatul Islam Seddiqi juga berbicara tentang konspirasi dan sanksi musuh terhadap bangsa Iran. “Jalan untuk menggagalkan semua konspirasi itu adalah melaksanakan kebijakan ekonomi muqawama secara penuh untuk menuju swasembada di berbagai sektor,” tegasnya.
Menyinggung transformasi di wilayah Palestina, Hujjatul Islam Seddiqi menandaskan, Palestina telah diduduki oleh rezim Zionis Israel sekitar 60 tahun. “Israel masih terus melakukan kejahatan terhadap bangsa Palestina, membunuh anak-anak Palestina serta melecehkan sakralitas dan kiblat pertama umat Islam yaitu Masjid al-Aqsa,” ujarnya.
Di bagian lain khutbahnya, Hujjatul Islam Seddiqi memaparkan perkembangan di Yaman dan mengatakan, revolusi di Yaman merupakan gerakan kebangkitan rakyat yang tidak bisa dibungkam dengan konspirasi musuh, karena rakyat Yaman ingin membentuk sebuah pemerintah atas dasar kehendaknya. (IRIB)