Menurut Kantor Berita ABNA, Dalam khutbah Jumat di Mushalla Besar Imam Khomeini ra di Tehran, ibukota Iran, Jumat (20/2), Ayatullah Mohammad Ali Movahedi Kermani, Khatib Shalat Jumat Tehran, mengapresiasi partisipasi luas jutaan warga Iran dalam pawai akbar memperingati hari ulang tahun ke-36 kemenangan Revolusi Islam Iran.
Ia menambahkan, Hari 22 Bahman (11 Februari) mengingatkan sebuah gerakan besar dan kemenangan penuh mukjizat bangsa Iran terhadap musuh, di mana semua sudut dari kemenangan ini harus diperhatikan.
Ayatullah Movahedi Kermani juga mengingatkan penjelasan Imam Khomeini ra, Pendiri Republik Islam Iran yang menilai mempertahankan kemenangan sebagai hal yang lebih penting dari revolusi.
Rakyat dan para pejabat pemerintah Iran, kata Ayatullah Movahedi Kermani, harus meningkatkan upayanya untuk mempertahankan dan melindungi Revolusi Islam.
Menurutnya, kewajiban rakyat adalah mentaati Wali Faqih, bangkit, dan waspada dan jeli dalam memilih para pejabat negara. Sementara kewajiban berat para pejabat untuk mempertahankan Revolusi Islam, lanjutnya, adalah mengenalkan masyarakat dengan spiritualitas dan budaya Islam, di mana spiritualitas di masyarakat harus terwujud dengan upaya keras para pejabat.
Di bagian lain khutbahnya, Ayatullah Movahedi Kermani mengucapkan selamat atas kemenangan revolusi rakyat Yaman, dan menilai kewaspadaan rakyat negara itu sebagai kebanggaan.
Ia juga menasihati rakyat Yaman untuk berhati-hati terhadap propaganda dan plot-plot musuh supaya tidak membahayakan kesusksesan revolusi mereka.
Khatib Shalat Jumat Tehran lebih lanjut menyatakan kepuasannya atas kemenangan berturut-turut militer Suriah di berbagai wilayah negara Arab itu, dan menilai berbagai prestasi yang mereka raih dalam perang melawan kelompok-kelompok Takfiri dan ISIS sebagai prestasi yang sangat penting.
Di akhir khutbahnya, Ayatullah Mohavedi Kermani mengecam kejahatan-kejahatan ISIS yang memenggal kepala 21 warga Mesir di Libya. (IRIB)