Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Mohammad Emami Kashani, Khatib Jumat Tehran menyoroti perpanjangan perundingan nuklir Iran dan Kelompok 5+1. Ia menuturkan, "Republik Islam Iran dengan bersandar kepada prinsip-prinsip Islam, undang-undang dasar dan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar sedang berusaha menggunakan energi nuklir damai."
Ayatullah Emami Kashani menjelaskan, "Tim juru runding nuklir Iran membuktikan kepada dunia bahwa Republik Islam tidak menginginkan senjata nuklir dan berdasarkan kebutuhan negara atas pembangunan, Tehran bertekad menggunakan energi nuklir damai."
Khatib Jumat Tehran menambahkan, "Tim juru runding nuklir Iran dengan dukungan rakyat dan Rahbar, hadir di perundingan, dan Kelompok 5+1 tidak bisa memaksa Iran menerima keinginan-keinginannya."
Ayatullah Kashani juga mengapresiasi penyelenggaraan Kongres Internasional Bahaya Ekstremisme dan Takfiri dalam Pandangan Ulama Islam yang dihadiri oleh cendikiawan Muslim dari 83 negara di kota Qom, Selatan Tehran. "Takfiri adalah gabungan dari penyimpangan agama dengan prinsip imperialisme," katanya.
Ia menegaskan bahwa pemikiran Takfiri harus dijelaskan di negara-negara Islam, dan ini adalah tugas Hauzah Ilmiah Syiah juga Sunni. "Gerakan pemikiran yang menyimpang dari Islam dan bergabung bersama kubu imperialis ini dapat disaksikan di Palestina atau dalam penyerangan ke rumah Syeikh Isa Qassim", ujarnya.
Ayatullah Kashani juga mengecam penyerangan pasukan Al Khalifa terhadap rumah Syeikh Isa Qassim, ulama terkemuka Bahrain dan mengatakan, "Pemerintah Bahrain harus mengambil jalan yang lebih manusiawi dalam menghadapi rakyatnya."
Khatih Jumat Tehran mengucapkan selamat atas hari jadi Angkatan Laut Iran, 28 November. "Hari ini mengingatkan keberanian Angkatan Laut Iran di awal agresi miiter Irak ke Iran. Kala itu AL Iran berhasil menghancurkan kekuatan AL Irak," ungkapnya. (IRIB)