14 November 2014 - 11:49
Tak Ada Opsi Lain Bagi Musuh Kecuali Negosiasi

Khatib Jumat Tehran menilai penyelenggaraan referendum untuk menentukan nasib rakyat Bahrain dapat menjamin tercapainya hak-hak rakyat negara itu.

Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Mohammad Ali Movahedi Kermani, Khatib Jumat Tehran dalam khutbahnya menyoroti pelaksanaan pemilu parlemen di Bahrain (22 November 2014). Ia mengatakan, "Rakyat Bahrain memboikot pemilu sandiwara dan hanya akan ikut serta dalam referendum untuk menentukan nasib bangsa yang juga ditegaskan oleh para ulama."

Ayatullah Kermani juga mengecam serangan militer rezim Zionis Israel ke Masjid Al Aqsa. "Berlanjutnya kejahatan-kejahatan Zionis di wilayah pendudukan akan menyebabkan terbentuknya intifada lain," ujarnya.

Khatib Jumat Tehran menyinggung laporan Ahmad Shaheed, Pleapor Khusus Dewan Hak Asasi Manusia PBB untuk urusan Iran. Ia menjelaskan, "Jika Ahmad Shaheed benar-benar ingin menegakkan HAM, pergilah ke Gaza atau Suriah dan berbicaralah kepada anak-anak dan perempuan tidak berdosa yang hidup dalam kondisi sulit dan berada di bawah ancaman Israel serta para teroris."

Terkait berlanjutnya kondisi darurat antara Amerika Serikat dan Iran, Ayatullah Movahedi Kermani menuturkan, "Daripada hanya sekedar melakukan surat menyurat, lebih baik Barack Obama, Presiden Amerika menunjukkan niat baiknya dalam praktek."

Lebih lanjut Ayatullah Kermani menerangkan, "Musuh tidak punya jalan lain selain negosiasi dengan Tehran, dan bangsa Iran tidak akan pernah mundur dari hak nuklirnya. Amerika mengatakan bahwa tidak tercapainya kesepakatan dengan Iran lebih baik daripada mencapai kesepakatan buruk. Mereka harus tahu Iran juga menganggap tidak menerima kesepakatan buruk lebih baik daripada menyerah kepada paksaan dan ancaman negara-negara Barat."

Ayatullah Kermani menambahkan, "Amerika tahu bahwa dalam melawan kelompok teroris ISIS, mereka tidak bisa menganggap remeh kekuatan Iran."

Sehubungan dengan pembuatan drone RQ170 versi Iran, Khatib Jumat Tehran mengatakan, "Dibuatnya versi Iran pesawat tanpa awak ini adalah pukulan atas Amerika dan sebelumnya negara itu sesumbar, Iran tidak memiliki kemampuan teknis untuk memproduksi ulang drone ini. Akan tetapi hari ini mereka menyaksikan kemampuan Iran dengan keheranan." (IRIB)