9 Oktober 2014 - 17:15
Ledakan Bom di Sanaa, Tewaskan Puluhan Warga Syiah

Setidaknya 43 orang tewas akibat insiden bom bunuh diri yang dilakukan seseorang yang diduga berafiliasi dengan kelompok Al-Qaidah.

Menurut Kantor Berita ABNA, aksi demonstrasi warga Syiah Houthi Yaman memprotes kebijakan Presiden Abdrabuh Mansur Hadi yang mengangkat , Ahmed Awad bin Mubarak sebagai perdana menteri Yaman, kamis (9/10) berakhir tragis. Setidaknya 43 orang tewas akibat insiden bom bunuh diri yang dilakukan seseorang yang diduga berafiliasi dengan kelompok Al-Qaidah. Selain menyebabkan korban jiwa sekitar 150 orang lainnya mengalami luka parah pada insiden yang terjadi lapangan al-Tahrir di jantung kora Sanaa Yaman tersebut. Jumlah korban tewas diperkirakan akan meningkat, mengingat sejumlah korban luka berada dalam kondisi kritis. Lokasi ledakan dipenuhi dengan puing-puing bangunan dan kendaraan, serta bagian-bagian tubuh korban.

Sebelum terjadi insiden berdarah tersebut, ratusan warga Syiah Houthi melakukan aksi unjuk rasa. Mereka menolak kebijakan Presiden Abdrabuh Mansur Hadi yang mengangkat Ahmed Awad bin Mubarak sebagai perdana menteri yang dalam penilaian mereka tidak memiliki kelayakan dan kapasitas untuk menngemban tugas itu. Para demonstran menyerukan slogan-slogan yang menyerukan jatuhnya rezim Presiden Abdrabuh Mansur Hadi.  Namun ditengah mereka menjalankan aksi, menurut saksi mata, seorang pengebom bunuh diri meledakkan sabuk bom yang dipakainya, di pos pemeriksaan di pintu masuk ke lokasi demonstrasi tersebut. Dalam insiden terpisah, sedikitnya 20 tentara pemerintah tewas dalam aksi bom mobil bunuh diri dan serangan senjata di timur negara itu. Serangan terjadi hanya beberapa jam setelah konfrontasi politik antara Houthi dan Presiden Abd-Rabbu Mansour yang menyebabkan pengunduran diri Perdana Menteri Ahmed Awad bin Mubarak.

Dalam serangan yang terjadi di pesisir timur Provinsi Hadhramaut itu, pelaku bom bunuh diri mengendarai mobil yang dipenuhi dengan bahan peledak. Ia mengarahkan mobilnya menuju sebuah kamp tentara, sementara orang-orang bersenjata berusaha menyerbu fasilitas itu.

Pasukan pemerintah berhasil memukul mundur para penyerang, namun setidaknya 20 anggota tentara tewas. Hingga kini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas insiden ini. Namun, Al Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP), diyakini berada di balik serangan tersebut.