Menurut Kantor Berita ABNA, kabar mengenai kesehatan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Sayyid Ali Khamanei yang sedikit terganggu dan mengharuskannya menjalani operasi pembedahan karena masalah komplikasi prostat, diberitakan pertama kali secara resmi oleh situs resmi Rahbar www.leader.ir pada senin [8/9], yang kemudian dinukil oleh media berita lain baik media nasional Iran maupun media internasional.
Pemberitaan mengenai pelaksanaan operasi pembedahan yang dialami Rahbar tentu mengejutkan dan menimbulkan kekhawatiran bagi seluruh rakyat Iran, namun dengan lisan dan penyampaiannya sendiri, Rahbar meminta kepada rakyat Iran mendo’akan dan tidak mengkhawatirkan kondisinya. “Operasi yang akan dilakukan adalah operasi kecil, yang tidak perlu dikhawatirkan. Insya Allah semuanya akan membaik.” Ungkapnya dihadapan wartawan. Berita yang pertama kali disebarkan oleh media resmi Rahbar tersebut sudah tentunya sepengetahuan Rahbar dan telah menjadi kebijakannya untuk menyebarkannya kepada masyarakat.
Kebijakan yang tentu beralasan. Sebab sekedar mengingatkan, 8 tahun silam, tepatnya tahun 2006, pernah beredar rumor akan berita kematian Rahbar di media-media internasional. Rumor tersebut dibenarkan oleh warga Iran diluar negeri yang merupakan bagian dari kelompok anti revolusi Iran dan oposisi pemerintahan Islam Iran. Berita bohong tersebut dipicu oleh ketidak hadiran Rahbar pada penyelenggaraan Shalat Idul Adha pada tahun tersebut. Yang kemudian dengan cepat beredar rumor penyebab ketidak hadiran Rahbar diacara seremonial yang tiap tahun ia hadiri tersebut, disebabkan karena Rahbar telah meninggal dunia secara mendadak.
Rumor tersebut disebarkan secara massif oleh media-media internasional utamanya media berbahasa Persia yang berkantor di luar negeri seperti BBC dan Reuters berbahasa Persia, sehingga rumor tersebut tampak seperi berita yang benar. Dengan adanya berita bohong tersebut, pemerintah Iran disibukkan memberikan klarifikasi akan kebohongan berita tersebut. Muhammad Javad Dzharif yang waktu itu menjadi delegasi Iran di PBB memberikan klarifikasi dan pernyataan berita tersebut adalah rumor yang tidak terbukti dan bertujuan untuk menimbulkan kekacauan di dalam negeri Iran. Sayyid Muhammad Ali Husaini, juru bicara kementerian luar negeri waktu itu juga memberikan klarifikasinya dengan menyatakan Rahbar berada dalam kondisi yang sehat dan tidak sesuai sebagaimana yang diberitakan banyak media.
Dalam pidatonya beberapa pekan kemudian, Rahbar dihadapan sejumlah perwira angkatan udara tentara nasional Iran dalam memperingati hari terbentuknya kesatuan tentara tersebut menyatakan, “Tujuan mereka yang menyebarkan berita bohong dan rumor yang tidak benar adalah untuk melemahkan iman revolusi rakyat Iran. Namun mereka gagal mencapai tujuannya, justru menunjukkan kelemahan mereka. Mereka lupa, mereka tidak hanya berhadapan dengan satu orang ketika ingin melemahkan semangat dan ruhiyah revolusi Islam Iran ini, namun mereka berhadapan dengan segenap rakyat Iran yang mencintai negara ini dan mendukung jalannya revolusi. Konspirasi mereka dan segala upaya keras mereka tidak akan berhasil, 22 Bahman nanti, mereka akan menyaksikan lautan manusia yang terdiri dari jutaan rakyat Iran yang akan meneriakkan keseluruh dunia, akan kesetiaan mereka dalam menjaga Islam dan jalannya revolusi.”
Dengan adanya berita resmi yang disebarkan secara cepat dari situs media resmi Rahbar, mengenai kondisi Rahbar dan berhasilnya operasi pembedahan yang dijalaninya, membuat musuh-musuh negara Iran menjadi kehilangan kesempatan untuk membuat rumor serupa sebagaimana 8 tahun lalu.

[contoh berita bantahan yang disebar BBC berbahasa Persia mengenai kematian Rahbar]